
Pringsewu (SL)-Program Inovasi Desa yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Pringsewu sejak 2015 lalu terus mendapat sentuhan Pemkab setempat. Sebuah Kelompok Kerja Peningkatan Pelayanan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) beranggotakan lembaga–lembaga profesional di bidang infrastruktur, pengembangan SDM dan kewirasuahaan/ekonomi disiapkan turun ke desa untuk melakukan pendampingan.
Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, mendapat kesempatan memperoleh pendampingan dari P2KTD di bidang pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan organisasi dan pengembangan SDM. P2KTD di Pekon Tanjung Anom dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pringsewu (FEB UMPRI)
FEB UMPRI melalui Surat Keputusan Pemerintah Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Noomor 141/213/D.10/2019 dan Surat Perintah Tugas dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung nomor 0369/Tgs/II.3.AU/D/2019 menunjuk dan menetapkan Atmi Saptarini, S.E.,M.M. sebagai narasumber.
Pelatihan dihadiri oleh Tenaga Ahli Kabupaten Pringsewu Ririn, Ketua TPID Kecamatan Ambarawa Sudarman dan Kepala Pekon Muhyidin. Tenaga Ahli Ririn berharap setelah pelatihan ini harus ada sesuatu yang berbeda (inovatif) dengan organisasi PKK di Pekon Tanjung Anom Kecamatan Ambarawa.
Tenaga ahli juga menegaskan pihaknya akan memberi penekanan pada pemberdayaan perempuan bagi pembangunan di desa. Darman, Ketua TPID menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menggali dan mengembangkan organisasi PKK di Desa Tanjung Anom.
Sementara Kepala Pekon Tanjung Anom menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap PKK di desanya makin giat berinovasi membangun desa. Ia juga berjanji akan anggaran untuk PKK dalam RKP Dana Desa. Atmi Saptarini,S.E.,M.M. dan Dita Ovariana, selaku narasumber menekankan pentingnya pengelolaan administrasi untuk kesuksesan organisasi. PKK sebagai organisasi yang bergerak dalam ranah ibu dan anak, menurut dia, tak boleh dikesampingkan dengan alasan ketidakmampuan sumber daya manusia. (wagiman)