
Kabar serangan buaya di Muara Way Semaka, Tanggamus, dapat mengendorkan niat wisatawan mengunjungi kawasan yang sudah ditetapkan pemerintah setempat sebagai destinasi wisata. Pihak terkait harus cepat meresponnya, agar peristiwa serupa tak terulang.
Tentu tak perlu mengudang Panji ‘Sang Petualang’ datangi ke Muara Way Semaka. Namun, yang penting dilakukan pemerintah setempat adalah menjelaskan kepada masyarakat bagaimana tindak laku menghadapi buaya, selain mengirim pawang untuk menangkap buaya penyerang, tentunya.
Berita terkait:
https://sinarlampung.com/ada-buaya-di-muara-way-semaka-gigit-kaki-nelayan-dengan-11-luka/
Sekadar berbagi, sinarlampung.com memberikan sejumlah tips agar selamat dari serangan buaya.
Pertama, jika bertemu buaya sebaiknya segera menghindar. Tapi jangan lari dengan arah lurus. Buat gerakan zig zag. Sebab, bentuk tubuh buaya yang memanjang dan jarak antara kaki depan dengan belakang yang cukup jauh membuat buaya sulit untuk berjalan cepat dengan pola zig zag.
Kedua, jika berhadapan langsung (kepergok) buaya, hindari gigi dan ekornya, karena bisa sewaktu-waktu menyambar.
Ketiga, selalu waspada jika bermain di pantai karena pantai merupakan salah satu habitatnya. Buaya biasanya ada di muara, pertemuan air laut dengan tawar, serta ada daratan. Di sini buaya nil atau Crocodylus niloticus suka nongol.
Jadi kalau bertemu buaya sedang berjemur di pantai dan mengeluarkan air mata seperti menangis, jangan iba melihatnya. Bukankah airmata buaya tak bisa dipercaya!(iwa)