Bandar Lampung (SL)-Direktorat Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Lampung (Dirpolairud) Polda Lampung) Kombes Pol Usman HP menyerahkan jenazah Warga Negara Asing (WNA) satu dari tiga korban tenggelam saat menyelam, kepihak Badan SAR Nasional (Basarnas). Jasad bos wuling itu akan diidentivikasi lanjutan oleh Tim DVI Mabes Polri.
Penyerahan dipimpin Direktur Polairud Kombes Usman Heru Purwono, setelah evakuasi dari Bengkunat, Pesisir Barat ke Bandara Halim Perdana Kusuma, menggunakan helikopter AW Basarnas untuk dibawa ke RS Polri, Jakarta, Senin (11/11/2019). Jasad ditemukan nelayan terapung di perairan Bengkunat.
“Mayat korban tenggelam pada hari Senin (11/11/2019) sekira pukul 05.30 Wib. Kami serahkan kepada pihak Basarnas selaku Koordinator SAR, selanjutnya, korban akan diterbangkan ke Jakarta, guna identivikasi oleh Tim DVI Mabes Polri,” kata Kombes Usman.
“Mayat ditemukan seorang nelayan yang bernama Mad Nandar sekita pukul 05.30 WIB, dan minta bantuan kepada Ci Liang sekitar pukul 06.00 Wib untuk segera mengingormasikan ke Kapolsek Bengkunat melalui telepon. Selanjutnya, pada pukul 08.30 WIB, Ci Liang bersama 3 orang temannya, Nandar, Syarifuddin dan Rudi, melakukan evakuasi korban dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke pantai Bengkunat menggunakan perahu yang berjarak 8 Mil Laut.
“Setelah dilakukan evakuasi oleh nelayan setempat, selanjutnya dievakuasi oleh Kapolsek beserta anggotanya, Bhabinkamtibmas, dan Kasatpolairud beserta 3 anggota Polairud ke Puskesmas Bengkunat, Belimbing, Pesisir Barat,” ungkap Usman.
Hasil Koordinasi dengan Kasubid Patroli Polairud Banten, lanjut Kombes Usman, dari ciri-ciri korban bertubuh gemuk dan informasi yang diterima dari nahkoda kapal yang ikut mengantar korban saat melaksanakan Diving, diduga adalah warga negara Singapore.
“Ciri ciri nya dia yang bernama Bing Yang Wang, salah satu dari 3 korban hilang tenggelam di pulau Sangiang, Banten 3 November 2019 lalu. Namun untuk kepastian, perlu di identivikasi dan Autopsi oleh TIM DVI Mabes Polri,” tegasnya. (jun/red)