
Jakarta (SL)-Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar, Faisal Amir (21 tahun), kritis setelah mengalami luka serius saat berlari menghindari gas air mata. Ia harus menjalani operasi di bagian kepalanya karena mengalami pendarahan pada otaknya. Hingga saat ini, Faisal masih dirawat di ruang ICU RS Pelni, Rabu 25 September 2019
“Terakhir saya lihat kondisinya kata dokter dia pendarahan di otak,” ujar Rahmat Ahadi, kakak kandung mahasiswa semester delapan itu, saat ditemui di RS Pelni, Jakarta Pusat, Rabu (25/9) dini hari. Selain mengalami pendarahan di otak, Faisal juga mengalami retak tulang di bagian kepalanya. Di bagian badan, bahu kanan Faisal patah dan terdapat memar di bagian dada, tangan, hingga lengan kanannya.
Berdasarkan keterangan Rahmat, keluarga sudah mengetahui niat Faisal untuk turut ikut turun ke jalan bersama mahasiswa-mahasiswa lain. Pada aksi itu, Faisal bertugas menjaga rombongan mahasiswa perempuan dari Universitas Al-Azhar. “Sekitar jam lima dia posisi di depan DPR. Dipukul mundur dari arah Slipi menuju ke arah Senayan. Tiba-tiba dia maju ke depan untuk buka jalan rombongan,” kata Rahmat.
Setelah berhasil membuka jalan untuk rombongan itu, Faisal kembali ke arah Gedung DPR sekitar pukul 17.00 WIB. Tak lama berselang, situasi di depan Gedung DPR mulai kacau. Gas air mata megepul di kerumunan para mahasiswa. Kemudian, sekitar pukul 17.40 WIB, Faisal ditemukan dalam kondisi terluka. Kemudian, teman-teman Faisal datang dan membawanya ke RS Pelni dengan menggunakan mobil bak terbuka. “Jam enaman sampai sini jam tujuh. Pas ditemui (Iman) itu sudah dievakuasi. Penyebab tidak ada yang tahu,” tutur Rahmat.
Atas luka tersebut tindakan operasi dilakukan terhadap Faisal. Operasi mulai berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Dokter sempat meminta transfusi darah karena Faisal kekurangan darah akibat luka yang dideritanya. Operasi masih berlangsung hingga pukul 01.00 WIB.
Sempat Dikabarkan Tewas
Sebuah pesan yang menyatakan seorang mahasiswa semester VII Universitas Al Azhar Indonesia bernama Faisal Amir meninggal dunia setelah aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR beredar di media sosial. Dalam pesan tersebut, tempurung kepala Faisal disebut pecah dan pendarahan otak.
Ibu Faisal, Ratu Agung, menyatakan kabar anaknya meninggal adalah hoaks. “Beredar juga dia meninggal, padahal enggak,” ujar Ratu saat dihubungi, Rabu (25/9/2019).
Ratu menyampaikan, anaknya memang terluka saat mengikuti aksi demo di Gedung DPR/MPR pada Selasa (24/9/2019). Berdasarkan cerita teman Faisal, kata Ratu, situasi saat itu mulai ricuh. Faisal berada di sekitar Restoran Pulau Dua Senayan.
Faisal yang bertugas sebagai koordinator lapangan mengajak teman-temannya ke arah Hotel Sultan. Baca juga: Demo di DPR, Mahasiswa Al Azhar Luka Serius di Kepala Bagian Belakang “Ternyata polisi sudah maju. Terus teman yang lain balik ke arah Pancoran, dia malah balik ke arah Grogol, mau bawa teman-temannya itu ke Hotel Sultan,” kata Ratu.
Saat itu, Faisal terpisah dengan teman-temannya. Dia ditemukan sudah tidak sadarkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Pusat. Faisal langsung ditangani dokter. “Luka banyak di kulit kepala, lalu tengkoraknya retak, terjadi pendarahan di otak, terus itu tulang bahunya patah, karena benturan benda tempul.
Itu diagnosis dokter,” tutur Ratu. Faisal akhirnya menjalani operasi pada Selasa malam. Saat ini, Faisal dirawat di ruang ICU RS Pelni. “Sekarang sudah di ICU,” ujarnya. (red)