
Yogyakarta, sinarlampung.co – Puluhan aktivis dari berbagai elemen gerakan rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan bergabung dan mendukung penguatan Partai Buruh dalam agenda konsolidasi yang digelar di Kedai Saka Cangkir, Warung Boto, Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026).
Konsolidasi tersebut digelar untuk memperkuat kembali struktur kepengurusan Partai Buruh DIY setelah pimpinan Exco Provinsi sebelumnya mengundurkan diri. Sejumlah organisasi, seperti Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Serikat Petani Indonesia (SPI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), JARNAS.INDO, serta aktivis mahasiswa dan seniman jalanan, menyatakan siap mengisi kepengurusan baru.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Damar Panca Mulya, mengatakan partainya akan terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada kelas pekerja serta menjamin perlindungan hak-hak dasar masyarakat. Menurutnya, berbagai program strategis nasional harus benar-benar memberi manfaat bagi rakyat dan tidak menjadi ruang praktik korupsi.
Sementara itu, Wakil Presiden Partai Buruh Agus Rusli Ardiansyah menyebut pengunduran diri Sekretaris Jenderal sebelumnya merupakan bagian dari dinamika politik internal partai. Meski demikian, ia memastikan proses restrukturisasi kepengurusan di DIY tetap berjalan dengan melibatkan unsur organisasi buruh, tani, dan elemen masyarakat lainnya.
Ketua JARNAS.INDO Cabang Yogyakarta, Adnan Pambudi, menyatakan organisasinya siap mendukung pembentukan kepengurusan baru Partai Buruh di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Menurutnya, kader-kader JARNAS.INDO telah disiapkan untuk mengisi struktur partai apabila mendapat mandat dari pengurus pusat.
Konsolidasi yang berlangsung sekitar dua jam itu juga diisi dengan diskusi mengenai kondisi politik nasional, dinamika internal partai, serta strategi memperkuat gerakan politik kelas pekerja di DIY.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Para peserta menyatakan komitmen memperkuat Partai Buruh di DIY sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2031. (*)