
Makassar (SL)-Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan pendampingan pembuatan rencana usaha dan study kelayakan usaha home industry, di Padang Lampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Rabu (18/09/2019).
Acara diikuti 15 peserta yang terdiri dari anggota home industry Sambau.
Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai salah perguruan tinggi swasta terbaik di luar pulau Jawa, terus berbenah demi menjaga prestasi yang disandangnya. UMI saat ini menjadi perguruan tinggi dengan predikat terbaik berdasarkan hasil akreditasi dari Kemenristek yaitu “A”.
Untuk mempertahankan hal tersebut, semua program direncanakan dan dikerjakan dengan sangat baik, terutama yang bersentuhan langsung dengan pengabdian masyarakat.
Menurut Dr. Tenriwaru,SE.,M.Si.,Ak.CA dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), bahwa salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang sering dilaksanakan adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) UMI. Kegiatan tersebut adalah pendampingan pembuatan rencana usaha dan study kelayakan usaha bagi home industry sejahtera bersama Sambau.
Doktor akuntansi bidang Corporate Social Responsibility (CSR) ini mengatakan, bahwa dosen selalu dituntut untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masayarkat.
“Dosen adalah abdi masyarakat” tegas Tenri.
Selain itu, Dr. Ratna Sari yang juga selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan, bahwa tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan kepada ibu-ibu wirausaha yang tergabung dalam kelompok home industry Sambau.
“Diperlukan mekanisme dalam menyusun perencanaan usaha yang baik, sehingga mereka mampu mengenali potensi dan kelemahan yang mereka alami selama menggeluti usaha pembuatan kripik, kue tradisional dan aneka jenis kue yang mereka produksi,” ujarnya.
Bukan hanya itu, setelah kegiatan ini kita harapkan para ibu-ibu pelaku home industry juga bisa mengakses pendanaan pada lembaga-lembaga keuangan formal, seperti pinjaman ke bank untuk pengembangan usaha.
“Kerena kita juga memberi pembekalan mengenai sistem pencatatan akuntansi secara sederhana untuk usaha mereka, ” tutup dosen pengampuh mata kuliah audit di Jurusan Akuntansi FEB UMI.
Menurutnya, bahwa dengan PKM ini mereka memiliki pemahaman awal mengenai cara merencanakan usaha dengan metode perencanaan strategis yaitu analisis SWOT.
“Begitu pula dengan perhitungan finansial kelayakan bisnis mereka,” ucap Ketua Home Industry Sambau, Wahidah kepada Dr. Tenriwaru. (Rls/Red)