
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Penantian panjang petani Desa Banjarsari, Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan, akhirnya mulai terjawab. Jalan pertanian yang selama sekitar 20 tahun menjadi akses utama pengangkutan hasil panen, kini mulai dibangun dengan konstruksi beton.
Camat Way Sulan, Fitri Hidayat, menandai dimulainya pembangunan tersebut dengan melakukan pengecoran pertama, Rabu (12/8/2026).
Bagi warga, pembangunan tersebut bukan sekadar pembangunan jalan. Akses itu selama ini menjadi jalur utama petani membawa hasil panen padi, namun belum mendapat pembangunan yang layak.
Dadang, salah seorang warga, mengatakan pembangunan jalan tersebut baru terealisasi pada masa kepemimpinan Kepala Desa Banjarsari Abdul Kholik.
Sementara itu, Abdul Kholik menjelaskan pembangunan jalan tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak 2014. Namun, sempat tertunda pada 2025 akibat efisiensi anggaran.
“Kita lanjutkan pembangunan tersebut pada tahun ini. Pada tahun anggaran 2025 terjadi efisiensi anggaran, sehingga pelaksanaannya baru dapat dilanjutkan saat ini,” ungkapnya di lokasi kegiatan.
Dengan dimulainya pembangunan, jalan tersebut diharapkan mempermudah petani mengangkut hasil panen sekaligus mengurangi beban biaya dan tenaga selama proses distribusi.
Camat Way Sulan, Fitri Hidayat, menilai akses jalan pertanian memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi warga, khususnya dalam memperlancar pengangkutan hasil bumi.
Pendamping Desa, Reka Rully, mengatakan pembangunan akan dipantau agar hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Pembangunan akan dipantau agar pelaksanaannya sesuai spesifikasi yang ditetapkan, sehingga bangunan jalan menjadi kuat dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama,” ujarnya
Setelah menunggu selama bertahun-tahun, warga kini tinggal menantikan jalan tersebut benar-benar selesai dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas pertanian mereka. (Waluyo)