
Pesisir Barat (SL)-Proyek pembangunan pemasangan beronjong penahan abrasi, di muara Sungai Waylaai Pekon Penggawalima Tengah Kecamatan Karyapenggawa Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) diduga tak berkualitas, bahkan tidak transparan, tanpa dipasang papan nama. Bupati Agus Istqlal, yang sidak proyek pembangunan ikut geram.
Bupati, Agus Istiqlal datang meninjau lokasi pemasangan beronjong di muara Sungai Waylaai, Kamis (12/9), didampingi oleh Kabag Humas Pemkab, Ariswandi, serta beberapa wartawan. Informasi dilokasi proyek, pengerjaan pemasangan beronjong tersebut diketahui sudah berjalan satu bulan. “Baru satu bulan berjalan, jenis batunya beragam, ini ada yang batu belah, dan ada yang batu bulat. Kalau papan plang gak ada, dan selama ini kami tidak tahu siapa pengawas dan bos pemborongnya,” kata salah satu pekerja.
Melihat itu, Agus Istiqlal mengaku kecewa dengan kinerja rekanan. Papan informasinya yang seharusnya penting dan harus dipasang dilokasi pembangunan tidak diindahkan. “Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), seharusnya tahu dan mengecek lokasi pekerjaan, apakah ada pengawasan, bagaimana hasilnya, ini alamat masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintah, padahal ini adalah tanggung jawab DPUPR,” ujar Agus.
Dikonfirmasi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air DPUPR, Ade Kurniawan berkilah bahwa pengerjaan proyek pembangunan tanggul, abrasi muara Sungai Waylaai, sudah dipasang papan informasi, yang diletakkan di bagian hulu sungai. Dikatakan Ade, bahwa proyek tersebut bernilai Rp1,9 Milyar dengan kegiatan galian atau normalisasi bagian tengah sungai serta pembuatan beronjong dengan panjang sekitar 138 Meter. (ersj/red)