
Pringsewu, (SL)-Aksi damai digelar oleh puluhan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pringsewu di depan Kantor Bupati Pringsewu, Jumat (13/9/2019). Dalam aksinya, mereka menyuarakan sejumlah persoalan yang tengah terjadi saat ini di Bumi Jejama Secancanan.
“Kami melihat ada rezim carut marut di Pringsewu dan kami minta harus di perbaiki, kami juga menolak kenaikan iuran BPJS,” ujar ketua PC IMM Pringsewu, Efi Hardianto.
Selain itu mereka juga mempertanyakan predikat Kabupaten Layak Anak yang di sandang Pringsewu, mengingat belakangan ini kasus kekerasan terhadap anak dan pencabulan semakin marak terjadi di Pringsewu. “Kami juga menuntut agar perda pengendalian minuman keras serta aturan larangan merokok disembarang tempat supaya ditegakkan,” kata dia.
Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan Andi Wijaya mewakili bupati Pringsewu menemui para mahasiswa di dampingi Kadis Kesehatan, Kadis P3AP2KB, Kabag Humas, Kasatpol PP, Kepala Kesbangpol dan Sekretaris Dinas.
Menyikapi aksi mahasiswa, Andi Wijaya mengatakan dengan adanya partisipasi kontrol dari mahasiswa seperti ini akan dijadikan bahan evaluasi kedepan. “Banyaknya kasus kekeraaan terhadap amak ini merupakan fenomena dari sisi lain yakni hasil pengungkapan dari Pemerintah Daerah. Namun demikian Pemerintah akan tetap berupaya untuk melakukan perlindungan terhadap anak,” ungkapnya.
Sementara masalah BPJS, menurut Andi hal itu menjadi persoalan nasional dan merupakan ranahnya pusat. “Terkait kawasan bebas merokok, sekarang sedang disusun draf perbup-nya,” kata dia. Usai menyampaikan aspirasi di depan kantor buparti, para mahasiswa bergerak ke Kantor DPRD Pringsewu yang di sambut ketua DPRD sementara Suherman dan sejumlah anggota DPRD lainnya. (wagiman)