
Pringsewu (SL)-Aktivitas penambangan pasir ilegal di Pringsewu masih terus berlangsung. Bahkan kini kian menjadi, hingga menggunakan alat berat. Pengerukan pasir juga merusak sungai Way Waya, yang kini mulai berubah warna, dan tak lagi bisa di manfaat warga untuk kebutuhan sehari hari, yang selama ini tergantung dengan air sungai itu.

BACA: CV Berkah Kita Maju Bersama Diduga Tambang Pasir Aliran Sugai Way Sekampung Secara Ilegal
BACA: Tambang Pasir Ilegal, Truk Tonase Rusak Jalan Pantura -Pagelaran Induk
BACA: Truk Pasir Tambang Diduga “Ilegal” Terus Rusak Jalan Fajar Mulya-Fajar Baru
BACA: Marak Penambang Pasir Ilegal Way Sekampung Aparat Penegak Hukum Diduga “Cuek”
BACA: Lapor Pak Kapolda, Aliran Sungai Padang Ratu-Kawasan Register Marak Tambang Batu Ilegal?
Informasi sinarlampung.com dilokasi penambangan pasir itu, di kelola oleh pengusaha Bandar Lampung, yang juga melakukan banyak penambangan pasir ilegal di wilayah Pringsewu, hingga merabha ke wilayah Kawasan. Beberapa bulan lalu, aktivitas penambang pasir di empat titik sempat di datangani Tim Krimsus Polda Lampung, dan menyegel lokasi tersebut termasuk operasional alat berat.

Namun, hingga kini aktivitas hampir diseluruh tempat itu terus beroperasi.”Ya mas, tidak hanya disini, termasuk di sungai Way Sekampung. Pernah di segel Polda Lampung, tapi operasi lagi, mungkin di “beresin” kali mas,” kata warga di sekitar penambangan pasir.
Sementara kini, masyarakat Pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, Pringsewu mulai mengeluhkan warna air sungai Way Waya yang kini berubah warna dan tidak bisa di manfaatkan lagi. Keluhan warga pekon Banyuwagi, adanya air sungai Way Waya yang saat ini tidak dapat di gunakan lagi karena akibat pertambangan pasir.
Warga pekon Banyuwagi, Triyono menyampaikan, bahwa sejak 15 hari ini warna air sungai Way Waya ini berubah warna, tidak lagi bisa buat mencuci. “Kalau dibuat mencuci pakaiyan itu terasa lengket,” ungkap Triyono, Senin (26/8/2019), saat di temui di lokasi sungai Way Waya.
Pejabat sementara kepala Pekon Banyuwagi, Astaman Yudha membenarkan, terkait adanya keluhan air sungai Way Waya yang saat ini oleh masyarakat, itu benar, karena airnya saat ini tidak lagi bisa di pergunakan lagi untuk mencuci dan mandi.
“Dimusim kemarau ini sagatlah penting untuk masyarakat, biasanya walaupun dimusim kemarau ini air sungai Way Waya tersebut bening. Akan terapi, saat ini air sungsi Way Waya terlihat keruh, warnanya tidah bening lagi. Semoga pihak-pihak terkait dapat secepatnya mengatasinya, dengan harapan, semoga dapat cepat teratasi air sungai Way Waya bisa dipergunakan oleh masyarakat kembali,” kata Astaman Yudha, saat di temui di kantor pekon Banyuwagi, Senin (26/8/2019).
Sementara camat Banyumas, Hartoyo menyampaikan, mengigat sangat pentingnya air bagi masyarakat, untuk itu, mudah-mudahan dengan keadaan sungai yang sudah berawalnya keluhan masyarakat saat ini, terus ada tindak lanjut, bagaimana caranya supaya air yang mengalir bisa dipakai kembali oleh masyarakat.
Pengelola tambang pasir tidak ada di lokasi, salah seorang yang mengaku karyawan di perusahaan penambang pasir di lokasi menyatakan bahwa izin tambang pasir mereka sedang dalam proses. “Bos tidak ada, soal izin sedang dalam proses,” katanya, kepada sinarlampung.com, (Wagiman)