
Menhub Budi Karya Sumadi berencana untuk mengembangkan transportasi berbasis rel di Bandar Lampung untuk angkutan penumpang. Nantinya kereta barang di perkotaan akan digantikan oleh kereta yang mengangkut masyarakat.Budi menjelaskan bahwa kereta api akan dijadikan angkutan masa depan, baik itu untuk perkotaan maupun antar kota. Kereta api akan menjadi suatu angkutan yang bisa digunakan secara masif dan jangkauannya juga luas, mulai dari dalam kota hingga antar kota.
“Untuk itulah kita mempunyai program integritid, yaitu mengalihkan angkutan barang keluar Bandar Lampung. Sehingga tidak ada lagi crosing angkutan batu bara di tengah perkotaan. Dan kereta akan kita jadikan angkutan masa depan, baik itu untuk commuter untuk perkotaan dan antar kota,” jelas Budi.
Hal itu dilakukan agar mampu melayani penumpang secara lebih optimal. Nantinya akan lebih banyak kereta penumpang yang beroperasi menggantikan angkutan barang. Sebagai contoh, Budi menjelaskan sekarang mungkin intensitas kereta di wilayah ini hanya 6 kali. Nantinya, sewaktu-waktu bisa dioptimalkan seperti di Jakarta, yang mana dalam 1 jam bisa 20 kali.
Budi meminta kepada PT. Kereta Api dan Gubernur Arinal agar aset yang dimiliki kereta api berupa rel dan jaringan dirawat dengan baik. Apabila ini dilakukan dengan baik, maka ke depan angkutan kereta api akan bertambah dan mampu memberikan pelayanan baik bagi masyarakat.
“Pak Gubernur Arinal dan PT. Kereta Api harus merawat rel dan jaringannya dari sekarang. Sehingga kita bisa merencanakannya jauh sebelum kepadatan itu datang. Kalau di kota lain harus membuat LAP, maka Lampung sudah mempunyai potensi tersebut,” jelas Budi.
Terkait jalur Bandara-Kereta Api, Budi menjelaskan bahwa untuk sementara akan memakai satu jalur. Ia juga meminta jalur di depan bandara dibebaskan, karena di situ sudah ada stasiun dan jaringannya. “Kalau itu jadi, maka dari Tanjung Karang ke Bandara hanya memakan waktu sekitar 20 menit,” jelasnya. (Rls)