
Lampung Utara, sinarlampung.co – Lapangan tenis di Kotabumi, Lampung Utara, ramai selama tiga hari terakhir. Sebanyak 40 pasangan ganda putra dan putri turun memperebutkan gelar dalam Kejuaraan Tenis Bupati Cup Lampung Utara, 7-9 Agustus 2026.
Bukan sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini menjadi ruang bagi para petenis untuk menguji kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan tenis di Bumi Ragam Tunas Lampung.
Suasana pertandingan berlangsung meriah. Penonton memadati area lapangan, sementara sorakan dan tepuk tangan suporter terdengar mengiringi reli-reli panjang para pemain.
Kejuaraan tersebut dibuka Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., bersama Ketua KONI Lampung Utara Ansyori Sabak, unsur Forkopimda serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Lampung Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Hamartoni menekankan pentingnya pembinaan atlet tenis dilakukan secara berjenjang, termasuk memberikan ruang kompetisi yang berkelanjutan bagi para atlet.
Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung agenda olahraga, khususnya tenis, yang digelar di Lampung Utara.
Pesan tersebut mendapat tempat dalam pelaksanaan Bupati Cup. Lapangan bukan hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga menjadi ruang bertemunya klub, atlet dan komunitas tenis dari berbagai latar belakang.
Setelah melewati rangkaian pertandingan selama tiga hari, pasangan Okto Hardiansyah-Sugito keluar sebagai juara ganda putra umum.
Sementara itu, gelar ganda putra prestasi diraih pasangan Efri-Ade Hartono. Untuk kategori ganda putri prestasi, pasangan Atun-Fia keluar sebagai juara, sedangkan kategori ganda putri umum dimenangkan pasangan Ira-Lia.
Namun, agenda tenis di Lampung Utara belum berhenti di nomor perseorangan.
Kejuaraan akan dilanjutkan dengan pertandingan beregu yang melibatkan 11 klub tenis dan instansi di Lampung Utara.
Ketua Panitia Pelaksana, Hi. Kusnadi Saleh, SKM, berharap keberhasilan Bupati Cup dapat menjadi pemantik munculnya lebih banyak kompetisi tenis di daerah tersebut.
Menurutnya, semakin banyak ruang pertandingan akan semakin membuka kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengukur kemampuan mereka.
Ia berharap turnamen serupa tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga tenis di Lampung Utara. (Red)