
Bandar Lampung (SL)-Pengawas SPBU 24.352.43 Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung berbagi hasil jual BBM Solar Cor dengan Bos SPBU tempatnya bekerja. Free penjuala setor kepada bos, sebesar Rp300 rupiah perliter. Dan kegiatan itu berlangsung sejak enam tahun lalu, dengan kapasitas mobil 2,5 Ton sekali trip. Sehari bisa 5-10 Ton BBM Solar keluar dari SPBU 24.352.43 Way Lunik.
BACA : Pengawas SPBU Way Lunik Diduga Main Cor Solar Dengan Mobil L300 Modifikasi Tampung 2,5 Ton Perhari?
BACA : Pengawas SPBU Way Lunik Diduga Ngecor Solar Melibatkan Pemilik SPBU?
Sumber sinarlampung.com menyebutkan, Aki, pemilik SPBU Way Lunik mengetahui aktifitas pengecoran oleh Supri pengawas SPBUnya itu. Dengan berbagi fee penjualan Rp300 rupiah perliter. “Pemilik SPBU 24.352.43 itu memberikan ijin untuk pengecoran asalkan menyetorkan biaya pengecoran dari Rp100 rupiah perliter, itu dulu. Dan sekarang mencapai Rp300 perliter,” katanya.
Informasi lain menyebutkan, terkait pemberitaan pengawas terlibat bisnis cor BBM Solar di tempat kerjanya, dan melibatkan pengelola SPBU, Aki sang pemilik SPBU memerintahkan untuk menghentikan aktivitas pengecoran. “Sekarang distop semua pengecoran di SPBU Way Lunik,” ujarnya lagi.
sinarlampung.com, mencoba menghubungi pemilik SPBU Way Lunik di kantor SPBU namun sedang tidak ditempat. Bahkan saat dikunjungi dikediamannya, di bilangan Sarijo, Sumur Batu, rumahnya dala keadaany sepi. Menurut tetangganya, Aki sang pemilik rumah sedang berlibur ke luar negeri dengan keluarganya. “Pemilik rumah sedang tidak ada di tempat mas . Biasanya musim libur berpergian ke luar negeri,” kata warga. (Afta)