
Lampung Timur (SL)-Bupati Lampung Timur yang juga Wakil Gubernur Terpilih Chusnunia Chalim, memilih diam seribu bahasa, saat ditanya soal pemeriksaannya oleh KPK. Awak media mencoba mengkonfirmasi hal tersebut, mulai dari selesainya launching aplikasi sistem informasi dan pengelolaan keuangan daerah, di lantai III Balai Keratun Pemprov Lampung, Selasa (5/3/2019). Nunik pun enggan memberikan komentar dan masuk ke ruang Abung di lantai III.
Usai selesainya sesi wawancara dengan KPK, awak media pun menyerbu Nunik yang baru keluar dari ruangan tersebut, namun dari keluar balai keratun hingga menuju lapangan Korpri tempat mobil dinasnya diparkir, tak satupun kata keluar dari mulut Wakil gubernur terpilih itu, namun ia hanya melontarkan senyum.
Sebelumnya, Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim alias Nunik, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Lampung Tengah Mustafa (MUS).
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksa tersebut terkait suap pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah T.A 2018. “Nunik diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka MUS,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lampost.co Jumat, (1/3/2019).
Informasi yang dihimpun, diduga Pemeriksaan Nuni sapaan akrab wakil Gubernur Lampung terpilih itu, terkait adanya pemberian uang sekitar Rp30 miliar dari Mustafa ke partai besutan Nuni (PKB) sebagai fee “beli perahu”, untuk pencalonan Mustafa ke Kontestasi Pilgub. Namun Febri belum bisa membenarkan Informasi tersebut. (Lp/red)