
Pesisir Barat (SL) – Bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal, menerima 750 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro yang akan melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) selama 40 hari kedepan di Kecamatan Pesisir Tengah, Waykrui, Karyapenggawa, dan Pesisir Utara, Senin (14/1), dihalaman Sekretariat Pemkab Pesibar.
Dihadapan para siswa orang nomor wahid itu meminta agar para mahasiswa tersebut mampu dan harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tumbuhnya paham PKI dikalangan masyarakat. “Tidak ada tawar menawar terhadap upaya membumi hanguskan potensi tumbuhnya paham komunisme. Apalagi di Bumi Para Sai Batin dan Ulama ini,” tegas pria kelahiran Gunungkemala itu.
Pasalnya, kata Agus, belakangan dirinya sudah cukup banyak menerima informasi dibeberapa wilayah di Indonesia terkait adanya pakaian-pakaian berlambang palu-arit yang merupakan lambang PKI, yang dipakai oleh masyarakat secara bebas. “Perjuangan para pahlawan dalam memberantas PKI jangan sampai sia-sia, dan para generasi muda harus mampu membantu memberantas paham tersebut,” ucap Bupati.
Kepada para mahasiswa, Agus juga berpesan untuk tidak pernah menyakiti hati kedua orangtua, khususnya seorang ibu. “Saya jamin tidak akan kalian (para mahasiswa) capai kesuksesan dan kebahagiaan, jika kalian sampai membuat kedua orangtua mu menangis karena sakit hati,” pungkasnya.
Sementara Agus berharap kedepan seluruh mahasiwa IAIN Metro bisa melaksanakan kegiatan KPM di Pesibar secara terus menerus. “Kalau bisa kedepan IAIN Metro dalam melaksanakan KPM di Pesibar terus, dan kami pastikan siap menerima,” tukasnya.
Dalam penerimaan KPM mahasiswa IAIN Metro itu, juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Herlina, Sekkab, Azhari, para Asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat. Selain itu juga turut hadir para pimpinan IAIN Metro yang ikut mendampingi para mahasiswa KPM. (JPNews)