
LAHAT, sinarlampung.co–H-5 Idul Fitri kecelakaan maut menimpa pemudik bus PO Al Hijrah rute Jakarta–Padang di jalur lintas perbukitan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin 16 Maret 2026 dini hari.
Bus antarpulau tersebut terperosok ke jurang sedalam puluhan meter yang mengakibatkan satu orang penumpang tewas dan enam lainnya luka-luka.
Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, mengonfirmasi bahwa insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Gumay Talang.
”Proses evakuasi telah selesai dilakukan oleh tim gabungan. Total korban terdampak langsung sebanyak 7 orang; 1 meninggal dunia, 1 luka berat, dan 5 luka ringan. Penumpang lainnya dinyatakan selamat tanpa luka serius,” ujar Novi saat memimpin evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan penyelidikan sementara, bus diduga mengalami hilang kendali (slip) saat melintasi tikungan tajam di kawasan perbukitan. Saksi mata di lokasi menyebutkan bus sempat terlihat tergelincir sebelum akhirnya terjun bebas ke sisi kiri jalan.
Polisi saat ini tengah mendalami beberapa faktor penyebab kecelakaan, di antaranya:
Faktor Teknis: Dugaan rem blong atau kendala pada mesin.
Kondisi Jalan: Tikungan tajam yang licin dan minimnya penerangan jalan.
Human Error: Kemungkinan kelalaian atau kelelahan sopir saat mengemudi di jam rawan.
”Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk pemeriksaan terhadap sopir bus dan uji teknis kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” tegas Kapolres.
Identitas Korban Tewas
Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Cerry Siswandi Wijaya (14), seorang pelajar perempuan asal Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban diduga tewas di lokasi kejadian setelah terlempar keluar dari kaca bus dan terhimpit badan kendaraan saat bus terguling ke dasar jurang.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Lahat untuk proses identifikasi akhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, enam korban luka lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lahat dan fasilitas kesehatan terdekat.
Tragedi ini kembali menjadi alarm keras bagi pengguna jalan yang melintasi jalur perbukitan Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan akibat kontur jalan yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu. (Red)