
Bandar Lampung (SL) – Setara Institute memberikan penghargaan kota yang tingkat toleransinya tinggi. Hasilnya, dari 94 kota, ada 10 kota teratas dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2018. Di Lampung, tak ada yang masuk. Penghargaan yang diberikan untuk 10 kota tersebut, menurut Ketua Setara Insitute, Hendardi mengatakan pihaknya mendorong praktik dan promosi toleransi dari kota-kota di Indonesia.
Selain itu, Setara Institute memberi insentif sosial bagi kota-kota yang menunjukkan progres dalam praktik dan promosi toleransi,” ujar Hendardi dalam acara “Penghargaan Kota Toleran” di Hotel Ashley, Jakarta, Jumat (7/12). Indeks Kota Toleran telah digelar Setara Institute sejak 2015 lalu. Tahun 2018, acara ini merupakan penyelenggaraannya yang ketiga.
Kesepuluh kota yang memiliki skor Indeks Kota Toleran 2018 , yakni peringkat 10 diduduki Kota Surabaya dengan nilai indeks 5,823. Posisi kesembilan Kota Binjai dengan nilai indeks 5,830. Kota Tomohon diperingkat kedelapan dengan nilai indeks 5,833. Kota Kupang ada di peringkat tujuh dengan nilai indeks 5,857. Kota Bekasi di peringkat enam dengan nilai indeks 5,890.
Lalu, di peringkat lima, Kota Ambon dengan nilai indeks 5,960, menyusul kemudian Kota Manado dengan nilai indeks 6,030. Di peringkat tiga, diperoleh Kota Pematang Siantar dengan nilai indeks 6,280. Posisi kedua, dihuni Kota Salatiga dengan nilai indeks 6,477. Dan di posisi pertama diraih Kota Singkawang dengan nilai indeks 6,513.
Hadir dalam acara tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua BPIP Haryono, Ketua Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Edi Pramono, 10 delegasi Walikota, Lemhanas Dadan Umar, dan sejumlah Pimpinan Ormas Sipil. (rmol)