Perbuatan “brutal” bagi masyarakat sipil itu mengagetkan penghuni rumah. “Saya terkejut dan istri saya lagi nyusui anak menangis,” kata Topik Saputra (24), menantu Rotna yang kebetulan menginap di rumah mertuanya, Kamis (15/11/2018).
Petugas itu juga membentak-bentak, Yurita (22) yang sedang menyusui bayinya itu semakin meraung karena melihat leher suaminya diinjak sepatu petugas. Topik yang kesehariannya sebagai sales minuman kemasan itu dibetak diperintah tiarap. “Jangan menangis saya polisi,” kata pria berpakaian sipil itu yang ditirukan Topik.
Mendengar Yurita terus menangis dan makin keras, petugas tak menghiraukan, bahkan ada yang masuk ke dalam kamar. Setelah tak mendapati yang dicari empat pria yang masuk rumah itu pergi begitu saja meninggalkan rumah tersebut.
Petugas kata Topik sempat marah marah dan mengatakan. “Kenapa kamu menangis, tolol kamu. Bukan suamimu yang saya cari, ” kata petugas yang ditirukan Topik.
Kadus Sebaris, Rahmat (49), mengatakan pihaknya mendengar ada kegaduhan di rumah Rotna, warga berdatangan ingin mengetahui apa yang terjadi. Tak lama kemudian kesepuluh petugas kabur tanpa pamitan.
Menurut Rahmat, pamong tidak akan menghalangi jika ada petugas mendatangi rumah warganya dalam rangka ingin mengungkap kasus yang ditangani, tetapi tidak harus merusak rumah warga. “Silahkan saja bekerja karena itu wewenang petugas tapi kalau sampai merusak seperti ini, namanya ya merugikan warga. Arogansi ini harus ditindaklanjuti,” kata Rahmat saat melapor ke Polsek Padangcermin.
Kapolsek Padangcermin Akp Zulkifli Rusli bersama anggotanya segera mengecek rumah Janda Rotna, sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah melakukan olah tempat kejadian, korban diminta melaporkan kejadian itu ke Polda Lampung. “Hanya batas itu kewenangan saya,” kata Kapoksek Padangcermin.
Malam itu ujar Topik, warga Kelurahan Bumiwaras, Telukbetung Selatan, dia bermalam di rumah mertuanya bersama istri dan anaknya karena ada keluarganya di Way Ratai yang meninggal. Rumah itu kosong karena ibu mertua menghadiri takziah di Way Ratai.
Menjelang kedatangan petugas dia baru saja pulamg dari salat magrib di masjid lalu menutup pintu rumah. Tak lama berselang pintu rumah jebol ditendang beberapa pria bersenjata laras panjang. Topik mengaku terkejut karena merasa tidak pernah terlibat masalah melanggar hukum. “Saya ini cuma sales pak gak pernah ada masalah, apalagi berurusan dengan polisi,” kata Topik, yang berharap sikap tidak terpuji aparat yang seharusnya melindungi warga mendapat teguran serius dari kapolda Lampung. (lp/jun)



