
Bandarlampung (SL)-Upaya pemakzukan Wakil Walikota Bandarlampung M. Yusuf Kohar lewat hak menyatakan pendapat DPRD Bandarlampung, tampaknya bakal gagal di ujung jalan. Selain pasal kesalahan yang dibidikkan dinilai tak jelas (ngawur), soliditas fraksi pendukung pun mulai goyah.
Dalam lembar jawaban M. Yusuf Kohar kepada Mahkamah Agung, melalui tim hukumnya disebutkan bahwa materi tuduhan pelanggaran yang dialamatkan kepada M Yusuf Kohar, sesuai SK DPRD Bandar Lampung Nomor 26/DPRD-BL/2018. SK tentang Pendapat DPRD Bandar Lampung tentang Pelanggaran Etika dan Peraturan Perundang-undangan, semuanya salah alamat dan tak berdasar.
DPRD pun kini punya masalah di dalam. Satu per satu fraksi pendukung hak angket pun mulai menarik diri. Sebelumnya Fraksi Golkar, diikuti Fraksi PAN yang diperintahkan oleh DPW-nya untuk tidak lagi ikut-ikutan alias segera menarik dukungannya.
PAN beralasan, tak ada pasal pelanggaran yang pas dibidikkan oleh pansus angket kepada M Yusuf Kohar. Selain itu PAN juga menilai produk DPRD Bandarlampung itu berpotensi kegaduhan “PAN tidak mau bikin kegaduhan di kota ini,” tegas politisi PAN, Firman Seponada.
Wakil Walikota Bandarlampung M. Yusuf Kohar saat ditemui di Rumah Makan Begadang Resto Telukbetung dengan lantang kembali mengatakan bahwa semua tuduhan pelanggaran yang dialamatkan kepadanya sebagai perbuatan dzolim, namun tak akan melemahkannya. “Apa salah saya, apa sudah betul mereka itu. Baca UU dong. Tolong belajar lagi,” tegasnya.
Menanggapi rontoknya dukungan fraksi, Yusuf Kohar mengaku hal itu memang sudah seharusnya dilakukan. “Boleh jadi akan tambah satu fraksi lagi. Ini berarti kebenaran sudah ditegakkan. Ini harus disyukuri. Saya yakin, kebenaran akan tiba pada saatnya,” kata Yusuf Kohar.
Yusuf Kohar juga menegaskan, jika sikap DPRD ini ditujukan untuk melemahkannya atau merusak kredibilitasnya adalah salah besar. “Justru saat ini saya lagi ‘on fire’. Kini saya lebih percaya diri menatap masa depan yang lebih mantap. Elektabilitas kami kini lagi tinggi-tingginya, meski gambar saya di baleho di kota jarang ada. Biarkan saja dia pasang foto sama istrinya itu,” ujar M Yusuf Kohar. (iwa)