
Lampung Tengah, sinarlampung.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung Tengah mulai memanaskan mesin partai dengan menggelar Musyawarah Ranting (Musran) untuk 12 kecamatan yang mencakup 135 kampung di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 dan Dapil 4, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Sanjaya, kediaman Ketua DPD PAN Lampung Tengah H. Abdullah Surajaya, S.H., M.H., tersebut dihadiri sekitar 1.000 kader PAN dari 28 kecamatan se-Lampung Tengah. Peserta terdiri dari pengurus harian DPD, pengurus kecamatan, hingga kader partai di tingkat kampung.
Musran menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal PAN untuk menata sekaligus memperkuat kepengurusan di tingkat ranting. Melalui forum tersebut, partai berlambang matahari putih itu menyiapkan struktur organisasi yang lebih solid hingga tingkat kampung serta menyusun arah program kerja untuk lima tahun mendatang.
Ketua DPD PAN Lampung Tengah Abdullah Surajaya menegaskan, Musran merupakan langkah strategis dalam memperkuat mesin partai hingga ke akar rumput.
“Acara ini merupakan konsolidasi partai dalam rangka musyawarah ranting di 12 kecamatan dan 135 kampung di daerah pemilihan,” kata Abdullah Surajaya.
Menurutnya, kepengurusan partai di tingkat kampung harus segera dibentuk dan diperkuat agar mampu mengawal program partai maupun program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dalam Musran tersebut, sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari pemilihan kepemimpinan dan penyusunan struktur kepengurusan partai di tingkat kampung, evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, hingga penyusunan program kerja Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) PAN periode 2025-2030.
Forum itu juga menjadi sarana regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan Ketua DPRt, anggota formatur DPRt, serta Ketua Majelis Penasehat Partai Ranting.
Abdullah menegaskan seluruh tahapan Musran harus dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi dengan menjunjung tinggi etika politik, moralitas agama, kejujuran, keadilan, demokrasi, dan transparansi sebagaimana diatur dalam AD/ART PAN serta peraturan partai.
Ia meminta kader yang terpilih memimpin di tingkat kampung segera menyusun kepengurusan dan menjalankan program partai sesuai arahan pengurus pusat, wilayah, maupun daerah.
Selain memperkuat organisasi, Abdullah juga menekankan pentingnya peran kader PAN dalam mengawal berbagai program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Saya berharap program pemerintah pusat dapat dilaksanakan, di antaranya ketahanan pangan. Kader PAN juga harus lebih dekat dengan masyarakat, khususnya petani, untuk memberikan pemahaman dan memperjuangkan program pemerintah yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)