
Bandarlampung (SL) – Kegiatan Sosialisasi Badan POM Provinsi Lampung bersama DPR RI di Gedung Pemuda Pancasila (PP), Jln. Ratudibalau Waykandis, diikuti ratusan peserta dari beberapa kecamatan Kota Bandarlampung.
Kegiatan sosialisasi bertajuk “Wujudkan Bebas Pangan Dari Bahan Berbahaya” pada Selasa (06/11/2018), mengupas berbagai macam makanan termasuk makanan ringan yang perlu diantisifasi guna mencegah adanya indikasi bahan berbahaya.
Dikatakan Aryanto, masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga pola penggunaan obat dan makanan.
“Kita sarankan agar masyarakat tidak sembarangan mengkonsumsi makanan termasuk penggunaan obat,” kata Komisi IX DPR RI ini.
Penuturan senada pula diungkapkan Kepala Badan POM Provinsi Lampung, yang menghimbau agar masyarakat dapat mengantisifasi makanan termasuk makanan ringan yang dikosumsi.
“Selain kita mewaspadai makanan yang terindifikasi mengandung B3, kepada anak anak juga kita harus waspada. Karena bukan tidak mungkin makanan ringan yang dikonsumsi tidak melalui uji laboraturium. untuk itu kita harapkan masyakat peduli,” harap Dra Syamsuliana.
Acara yang juga dihadiri calon anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kota Bandarlampung dari Dapil Kota Bandarlampung ini juga, dibuka dengan tarian khusus Lampung yaitu Tari “Siger Pengunten” dari Sanggar Tari PMII Komisariat Unila yang dikoordinatori Dona Sopia semester VII Fakultas Hukum Unila.
Kemeriahan sosialisasi ini karena adanya sesi tanya jawab yang berhubungan dengan obat kuat bagi kaum pria. (Aan/red)