
Bandar Lampung (SL) – Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Provinsi Lampung menggelar long march “Aksi Damai Bela Kalimat Tauhid Lampung” dari Masjid At Taqwa ke Tugu Adipura, Kota Bandarlampung, pukul 13.00 WIB. Elemen massa yang bergabung dalam FUIB untuk aksi ini ada 41 ormas OKP. Rencana, aksi berlangsung damai setelah berjamaah solat jumat di Masjid At Taqwa, Pasar Tanjungkarang.
Dalam poster yang dikirim Wakil Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Lampung Ustad M. Luthfi kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (25/10), aksi tersebut disarankan pakai baju koko putih. Dalam posternya, Aksi Damai Bela Kalimat Tauhid mengutip Hadis Qutsi dari Abu Said Al-Khudri tentang betapa mulianya kalimat Laa Ilaha Illalloh.
“Wahai Musa, seandainya tujuh lapis langit bumi digabungkan dengan tujuh lapis langit dengan seluruh semestanya dan diletakkan sebelah timbangan kalimat Laa Ilaha Illaloh, niscaya kalimat itu lebih berat melebihi semua itu.”
Ormas yang bergabung dalam FUIB adalah Dewan Dakwah, FPI, Hidayatullah, Al-Irsyad, Persis, BKPRMI, LD Parmusi Lampung, MUMI, GNPF Ulama, LPI, Paku Banten, FKPP, Yayasan Rumah Tahfizh Indonesia, Rumah Media Islam. PP Al-Muslimin, LD Khoiru Ummah Lampung, GPII Lampung, Annas Lampung, MT Al-Hikmah, Tahfizh Al-Hikmah, ACT Lampung, One Care Lampung, ACM Metro, Pesantren Darul Mustafa, GMI Lampung.
Pemuda Al-Muslimin, GPMI Lampung, IKP2M, FAKZI Lampung, PW Al Khoiriyah Lampung, IMAM Lampung, BKPPSI Lampung, FUI Lampung, Bikers Subuhan Lampung, FKU Aswaja Lampung. SBII Lampung, KB PII Lampung, PW GPI Lampung, HMI Cabang Bandarlampung, Indonesian Islamic Businees Forum Lampung, Forum Majelis Al-Batany Bandarlampung.
Dalam waktu bersamaan, di Jakarta, Barisan Nusantara Pembela Tauhid (BNPT) dan Komando Laskar Islam (KLI) serta elemen lain menggelar Aksi Bela Tauhid di Kemenko Polhukam.
Jurubicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif menjelaskan, aksi tersebut mereka lakukan demi menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Garut, Jawa Barat.
“Ini bentuk jihad umat Islam, reaksi yang kembali agamanya dinodai, dinistakan. Bahkan sampai membakar kalimat suci. Ini semangat yang luar biasa,” katanya dalam diskusi bertajuk “Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam?” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).
Slamet yang juga Ketua Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 itu menjelaskan, usai menunaikan salat Jumat, tepatnya pukul 13.00 WIB, peserta aksi berkumpul di Patung Kuda, kawasan Monas Jakarta. Dari sana, mereka akan melakukan long marc menuju kantor Kemenko Polhukam.
Dijelaskan, demo lakukan di depan kantor Wiranto karena kementerian itu membawahi berbagai lembaga hukum, termasuk kepolisian yang menangani kasus pembakaran tersebut.(rmollampung)