
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi merilis daftar 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan capaian kelulusan siswa terbanyak pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan seleksi masuk UIN tahun 2026.
Data ini menjadi indikator keberhasilan sekolah dalam menyusun strategi serta mendampingi siswa menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Lampung maupun luar daerah.
Disdikbud mencatat adanya lonjakan drastis jumlah siswa yang diterima melalui jalur prestasi. Jika pada tahun 2025 tercatat sebanyak 2.599 siswa yang lolos, angka tersebut naik tajam pada tahun 2026 menjadi 3.388 siswa, atau mengalami penambahan sebanyak 789 orang.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi sekolah dalam melakukan pendampingan dan strategi rasionalisasi.
“Mereka konsisten melakukan pendampingan dan memberikan pemahaman kepada siswa untuk memilih jurusan sesuai kompetensi dan nilai rapor. Faktor utama keberhasilan bukan semata nilai akademik, tetapi ketepatan dalam menentukan pilihan,” ujar Thomas, Jumat (17/04/2026).
Thomas menekankan pentingnya peran guru BK dan sekolah dalam mengarahkan siswa agar tidak terjebak pada ekspektasi yang tidak sesuai dengan kompetensi nilai.
Daftar 10 SMA Paling Berprestasi di Lampung 2026
Berdasarkan data resmi Disdikbud, SMA Negeri 14 Bandar Lampung memimpin di posisi puncak dengan jumlah kelulusan terbanyak. Berikut adalah daftar lengkapnya:
SMA Negeri 14 Bandar Lampung – 230 siswa
SMA Negeri 2 Bandar Lampung – 228 siswa
SMA Negeri 3 Bandar Lampung – 195 siswa
SMA Negeri 1 Tegineneng – 182 siswa
SMA Negeri 12 Bandar Lampung – 143 siswa
SMA Negeri 8 Bandar Lampung – 138 siswa
SMA Negeri 1 Terbanggi – 138 siswa
SMA Taman Siswa – 137 siswa
SMA Muhammadiyah 2 – 122 siswa
SMA Negeri 1 Pesisir Tengah – 119 siswa
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Disdikbud berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi bagi orang tua dan siswa terkait pemilihan jalur pendidikan tinggi. Thomas berharap tren positif ini terus terjaga di tahun-tahun mendatang melalui sinergi yang lebih baik antara pihak sekolah dan orang tua.
“Kalau pemahaman dari sekolah tidak maksimal, siswa cenderung salah memilih. Ini yang akan terus kita perbaiki ke depan,” pungkasnya. (Red)