
Lampung Timur (SL) – Maraknya pemotongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lampung Timur oleh oknum pendamping dan ketua kelompok desa yang berkedok tali asih khususnya di Kecamatan Labuhan Maringgai dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat, dinilai tidak proaktif menangani permasalahan ini. Sehingga Wakil Bupati Lampung Timur, Zaipul Bokhari sangat pelu untuk memanggil Kepala Dinas Sosial setempat agar mengklarifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang muncul di media akhir-akhir ini.
Zaipul mengatakan kepada lintasmediacyber.comsaat di wawancara di halaman Mapolres Lampung Timur di hari bhayangkara ke-72, Rabu (11/07/2018). Ia mengatakan, Kami pemerintah daerah akan segera melakukan pemanggilan terhadap kepala Dinas Sosial, dan jajarannya terkait permasalahan ini. Tentunya jika benar kejadian itu maka segera akan kita tindak tegas, tunggu saja, secepatnya”, ujarnya.
Sementara Ali muslim selaku operator kabupaten saat di konfirmasi mengatakan, pada saat itu setelah adanya pemberitaaan mengkroscek ke lapangan dan disana pihaknya tidak menemukan pemotongan sebesar apa yang di sampaikan. “Memang benar ada pemotongan tapi hanya sebesar Rp5000, itupun buat tali kasih bagi KTM dan para jompo yang tidak mendapatkan program PKH ini sesuai dengan berita acara yang di berikan oleh ketua kelompok KPM kepada kami”, kata Ali.
“Mengenai cap atau tanda tangan kepala desa, itu memang tidak ada kaitannya dengan program ini, masalah besaran dana yang di terima oleh KPM semenjak tahun 2018 ini memang sudah ada perubahan, jadi setiap penerima mau dia punya anak 5 atau 1 dan Lansia tetap mendapatkan Rp500 ribu per tiga bulan dalam 3 pencairan dan pencairan ke 4 mereka menerima Rp300 ribu, jadi jumlah pertahunnya KPM menerima Rp1.800.000 dan tentang prosedur pengambilan, Peserta KPM langsung mengambil sendiri ke bank yang sudah di tentukan oleh Mensos dengan didampingi oleh pedamping PKH tingkat desa”, sambung Ali.
Sungguh malang nasib orang miskin baru dapat rizki sedikit, dipotong lagi PKnya, dimana hati nurani manusia-manusia berpendidikan itu?. Sebetulnya Negara ini tidak kekurangan orang pintar tapi kekurangan orang jujur. (net)