
Bandarlampung, sinarlampung.co – Panggung Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 resmi memanas. Dalam gelaran sosialisasi bakal calon rektor di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Rabu (28/10/2026), dua bakal calon dari Fakultas Hukum, yakni Dr. Budiyono, S.H., M.H., dan Prof. Rudi, S.H., LL.M., LL.D., memaparkan gagasan serta arah kebijakan strategis untuk membawa kampus hijau tersebut bersaing di tingkat internasional.
Dr. Budiyono Usung ‘Go Beyond Achievement’: Fokus Tata Kelola, Riset Inovatif, dan Dampak Global
Bakal calon Rektor Unila, Dr. Budiyono, S.H., M.H., mengusung visi Go Beyond Achievement guna mendorong Unila menjadi universitas unggul, berkarakter, dan berdampak global.
Budiyono menegaskan bahwa berbagai capaian Unila saat ini harus dijadikan pijakan awal untuk melangkah lebih jauh, bukan sebagai tujuan akhir.
“Pencapaian-pencapaian Unila merupakan pijakan berharga, tapi bukan tujuan akhir. Kita harus melangkah lebih jauh melalui arah yang lebih jelas, program nyata, dan gerak bersama,” ujar Budiyono.
Ia menjelaskan, gagasan Go Beyond Achievement bertumpu pada tiga nilai utama:
Melampaui Batas (Beyond Boundaries): Penguatan kolaborasi lintas disiplin ilmu, kelembagaan, dan wilayah.
Melampaui Dampak (Beyond Impact): Menghadirkan Tridharma Perguruan Tinggi yang bermanfaat, terukur, dan berkelanjutan.
Melampaui Pengakuan (Beyond Recognition): Peningkatan mutu serta reputasi Unila di tingkat nasional maupun internasional.
Guna mewujudkan visi tersebut, Budiyono merumuskan delapan misi strategis, antara lain penerapan good university governance, internasionalisasi kurikulum, penguatan ekosistem riset berbasis potensi daerah, hingga percepatan transformasi digital yang etis berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan integritas dan keteladanan. “Go Beyond artinya melampaui batas, menghadirkan dampak nyata, dan membangun reputasi yang diakui dunia. Sudah saatnya Unila makin diperhitungkan di tingkat dunia,” tegasnya.
Prof. Rudi Tawarkan ‘Rise Unila’: Janjikan Remunerasi Naik 100% dan Dana Riset Rp200 Juta per Kelompok
Di sisi lain, bakal calon rektor nomor urut 4, Prof. Rudi, S.H., LL.M., LL.D., menawarkan program bertajuk Rise Unila. Program ini dirancang sebagai keberlanjutan dari gagasan kepemimpinan sebelumnya dengan penekanan langsung pada peningkatan kesejahteraan sivitas akademika dan penguatan pendanaan riset.
Salah satu poin paling krusial yang ditawarkan Prof. Rudi adalah komitmennya terhadap peningkatan hak keuangan para pengajar dan pegawai Unila.
“Kami berkomitmen untuk menaikkan remunerasi 100 persen untuk dosen-dosen di Universitas Lampung, termasuk tenaga kependidikan,” ujar Prof. Rudi.
Selain kenaikan remunerasi, Rudi menyiapkan tim khusus pendamping dosen untuk mempermudah dan mengawal proses kenaikan pangkat serta jabatan fungsional akademik.
Di bidang riset dan internasionalisasi, Rudi menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang realistis. Ia mengusulkan pembentukan kelompok kepakaran (berisi guru besar hingga asisten ahli) yang akan mendapatkan dana riset sebesar Rp200 juta per tahun tanpa jalur kompetisi.
“Tanpa adanya dana riset, internasionalisasi hanyalah angan-angan,” tegas Rudi.
Untuk sektor kemahasiswaan, Rudi berjanji memperluas jangkauan beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar faktor ekonomi tidak menjadi penghalang dalam menempuh pendidikan tinggi.
“Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni harus bahu-membahu untuk meningkatkan kompetisi Unila sehingga Unila bisa berdampak, unggul, dan bereputasi global,” pungkasnya. (Red)