
Bandar Lampung, sinarlampung.co – RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung untuk pertama kalinya melaksanakan tindakan neurointervensi Digital Subtraction Angiography (DSA), teknologi pencitraan medis yang digunakan untuk melihat pembuluh darah secara terperinci.
Pengembangan layanan ini membuka peluang bagi masyarakat Lampung untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan gangguan pembuluh darah di daerah, tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar provinsi.
DSA menggunakan zat kontras dan pemrosesan citra digital untuk menampilkan pembuluh darah secara lebih jelas. Hasil pemeriksaan membantu dokter mengidentifikasi kelainan dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi pasien.
Meski demikian, tindakan neurointervensi tetap dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dokter, indikasi klinis, serta kesiapan fasilitas dan tim medis.
Direktur RSUDAM, dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM., mengatakan pengembangan layanan spesialistik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat rujukan kesehatan di Lampung.
Pelaksanaan tindakan perdana ini didukung kolaborasi dokter spesialis neurologi dan bedah saraf, serta tenaga ahli dari RS Pleni Jakarta.
Tim medis yang terlibat terdiri atas dr. Alfi Rizky Medikanto, M.Sc., Sp.N., AIFO-K., FINA.; dr. Izza Ayudia Hakim, Sp.N., AIFO-K., FISQua., FINA.; dr. Muhammad Yunus, Sp.BS., Fis., M.Kes.; serta dr. Fritz Sumantri Usman, Sp.N., Subsp. NIIOO(K)., FINS., FINA., dari RS Pleni Jakarta.
Kolaborasi tersebut diharapkan turut memperkuat kompetensi tenaga medis dan mendukung pengembangan layanan berteknologi tinggi di RSUDAM.
Melalui pengembangan neurointervensi DSA, RSUDAM berupaya meningkatkan kemampuan pelayanan spesialistik dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang sesuai kebutuhan medis.
Pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem rujukan kesehatan di Provinsi Lampung dengan tetap mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. (*)