
Jakarta, sinarlampung.co – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026 dengan tema “PII berdaya: tata kelola kuat, layanan meningkat, anggota maslahat” yang berlangsung di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat (19/10/2026).
Dalam rangkaian Rapimnas 2026 ini PII memberi penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta kepada tiga gubernur yang aktif mendorong penerapan persyaratan praktik keinsinyuran pada pekerjaan keteknikan di daerah sesuai Undang-undang Keinsinyuran nomor 11 Tahun 2014. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sofyan Franyata Hariyanto dan Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. dinilai telah membuat kebijakan berupa instruksi penguatan penerapan tata kelola praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, dan instruksi kebijakan penguatan penerapan persyaratan praktik keinsinyuran pada pelaksanaan pekerjaan keteknikan.
Penghargaan diberikan dalam rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rapimnas PII) di Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Jawa Barat (19/10/2026).
Ketua Umum PII Dr.-Ing Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU. ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada ketiga Gubernur yang telah aktif mendorong penerapan persyaratan praktik keinsinyuran sesuai UU Keinsinyuran di daerah masing-masing. “Atas nama Persatuan Insinyur Indonesia saya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Utara, Gubernur Riau dan Gubernur Lampung atas upayanya melalui instruksi kebijakan yang menguatkan penerapan praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, serta dalam pelaksanaan pekerjaan keteknikan di daerah masing-masing,” kata Ketua Umum PII Ilham Habibie, di sela-sela Rapimnas PII 2026, di Auditorium Unjani, Cimahi, Jawa Barat (19/10).
Wakil Ketua Umum, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. mengungkapkan penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta, dari bahasa Sansekerta bermakna penghargaan bagi pemimpin yang punya keberanian dalam mengambil kebijakan dalam keteknikan. “Penghargaan ini berdasarkan dua kelompok kriteria utama, yaitu penguatan tata kelola praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah serta penguatan penerapan persyaratan praktik keinsinyuran pada pekerjaan keteknikan. Kriterianya antara lain mendorong penerapan standar, etika, keselamatan, mutu, efisiensi, keberlanjutan lingkungan dan manajemen risiko; pengembangan kompetensi insinyur dan ASN, termasuk kepemilikan gelar Insinyur, SKIP dan STRI; kolaborasi dengan PII, perguruan tinggi, dunia usaha/industri dan lembaga penelitian; serta penerapan persyaratan tenaga ahli ber-STRI dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan keteknikan,” kata Agus Taufik Mulyono.
Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. mengatakan pentingnya sertfikasi bagi insinyur di daerah untuk meningkatkan keahlian dan peluang. Ia berharap agar orang yang bekerja di industri keinsinyuran sudah memiliki sertifikat yang diakui keahliannya.
“Insinyur di daerah itu sangat sedikit, sehingga untuk mengembangkan potensi dan peluang dalam bidangnya, dibutuhkan sertifikasi yang berdampak untuk menggerakkan ekonomi dan industri” kata Rahmat Mirzani dalam penerimaan penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta.
Sebelumnya Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Riau mendapatkan penghargaan dari PII dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) 2026 memperoleh IKD tertinggi. Maluku Utara mendapatkan Emas dan Platinum, sedangkan Provinsi Riau Perak, pada penganugerahan IKD 29 Agustus 2026.
Rapimnas PII
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII 2026 kali ini mengusung tema “PII Berdaya: Tata Kelola Kuat, Layanan Meningkat, Anggota Maslahat”. Hadir lebih dari 400 orang yang terdiri atas Peserta dan Peninjau Rapimnas, di antaranya 41 Orang dari 23 Pengurus Wilayah PII, dan 211 Orang Peserta dari 121 Pengurus Cabang PII. Selain itu juga peserta dari Pengurus Pusat, Badan Pelaksana PII, Badan Tetap PII, Perwakilan Luar Negeri PII, Majelis Kehormatan Etik (MKE) PII, Majelis Standar Keinsinyuran (MSK), dan 40 peserta dari 21 Badan Keahlian.
Dalam Rapimnas PII 2026 Pengurus Pusat PII, Ketua Umum, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng. Wakil Ketua Umum, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. dan Sekteraris Jenderal, menyampaikan program prioritas PII, capaian hingga tahun 2026 dan program lanjutan. Ada tiga program prioritas PII 2024-2027, yakni Re-Industrialisasi, Dewan Insinyur Indonesia (DII), Transformasi Internal Organisasi, yang terdiri atas Digitalisasi Organisasi, Desentralisasi, Bantuan Hukum dan Advokasi.
Dalam laporan yang disampaikan Sekjen PII Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA, IPU, ACPE, ASEAN Eng., APEC Eng. disebutkan capaian program antara lain hingga September 2026, sejumlah capaian PII antara lain jumlah anggota mencapai 101.906 orang, tumbuh 12,4 persen sejak 2024, dengan 27.331 anggota aktif. “Pada aspek kompetensi dan registrasi, jumlah pemegang SKIP/STRI pada 2026 tercatat 4.071, sementara pemegang sertifikasi internasional ASEAN Eng mencapai 918 orang, meningkat dari 632 orang pada 2024,” kata Sekjen PII Teguh Haryono.
Penguatan organisasi juga ditandai dengan 33 Pengurus Wilayah, 294 Pengurus Cabang, 27 Badan Keahlian dan 9 Perwakilan Luar Negeri. Di bidang kebijakan dan pengembangan profesi, PII telah menyampaikan draft RPP Dewan Insinyur Indonesia (DII) kepada pemerintah, memperkuat digitalisasi melalui sertifikat SKIP dan STRI berbasis QR Code serta integrasi sertifikasi internasional dengan basis data SIMPoNI, dan mengembangkan PII Engineering AI Initiative untuk mendukung praktik keinsinyuran Indonesia.
Sementara itu Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menambahkan, “PII juga memperkuat agenda re-industrialisasi melalui audiensi dengan Danantara, serta memperluas kerja sama dengan kementerian/lembaga, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha dan mitra internasional.”
Rapimnas PII 2026 kali ini diselenggarakan dalam rangkaian Indonesia, dalam hal ini PII, sebagai tuan rumah, tengah menghelat CAFEO 44, yang digelar di Bandung 20-22 Oktober 2026. CAFEO merupakan forum utama organisasi keinsinyuran di kawasan ASEAN. Forum ini mempertemukan insinyur (insinyur perempuan, insinyur muda), pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri, dan generasi muda untuk bertukar pengetahuan serta membangun kolaborasi dalam menghadapi tantangan bersama.
Direktur Eksekutif PII yang juga Chair of CAFEO 44 Ir. Santhi H. Serad, M.Sc., IPU., ASEAN Eng. menyatakan CAFEO 44 yang mengangkat tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation”. “Ini membawa pesan bahwa industrialisasi dan kemajuan teknologi harus menciptakan kemakmuran bersama, tetap berpusat pada kemanusiaan, serta tidak meninggalkan masyarakat, daerah, maupun pelaku usaha,” kata Santhi H. Serad menambahkan. (*)