
Tulang Bawang, sinarlampung.co – Peternak wajib mengetahui bahaya penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak itu sangat besar, karena selain mematikan, penyakit PMK sangat menular dan mampu merusak ekonomi usaha ternak.
Hal tersebut disampaikan Lili Mawarti, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung saat diwawancara di sela Pemeriksaan dan Pengobatan Massal Ternak Kerbau di Padang Gembala Kebau Mende Kecamatan Gedung Aji kegiatan Bulan Bakti Peternakan 2026 Kabupaten Tulang Bawang, kamis (8 Oktober 2026).
“Penularan terjadi super cepat, akibatnya 100% sekandang bisa kena penyakit yang disebabkan virus Aphthovirus ini, cara menularnya lewat udara (bisa terbawa angin sampai 10 km), kontak langsung, pakan, air, alat kandang, baju, dan truk pengangkut.” Kata Lili.
Lili menambahkan, Gejala awal penyakit PMK terlihat dari ternak yang mendadak tidak nafsu makan, demam tinggi sampai 41°C dan ngiler berlebihan.
“Terutama terdapat Lepuh atau luka di mulut, lidah, gusi, sela kuku, dan puting. Kuku bisa lepas yang membuat sapi atau kerbau menjadi pincang dan tidak bisa berdiri.” Imbuh Lili.
Jika sudah terdapat gejala seperti disebut di atas, Lili mengatakan, dibutuhkan ketelatenan peternak untuk merawat dan segera memberikan pengobatan agar ternak tidak sampai mati meski persentase kesembuhan sangat kecil.
“Meski tidak menular ke manusia, tapi manusia bisa jadi perantara yang membawa virus yang menempel di baju, di sepatu, baju dan menularkan ke ternak lainnya.” Ujar Lili.
Jika melihat gejala seperti yang disebut tadi, Peternak harus bertindak cepat memisahkan (karantina) sapi sakit, jangan dijual atau dipindah, untuk kemudian melakukan perawatan atau langsung lapor ke petugas Puskeswan / Dinas Peternakan, termasuk melakukan desinfeksi kandang menggunakan Virkon, sitrun, dll.
Sumbang Obat dan Vaksin Dosis 500 Ekor
Menjadi catatan, Penularan cepat dan masif PMK pada ternak yang terkonsentrasi pada kandang memiliki kecenderungan lebih mudah terpantau dibandingkan kerbau yang hidup semi liar.
Pada beberapa kasus, seringkali penyebaran PMK pada kerbau dengan metode ternak semi liar, baru terdeteksi jika dilihat dari kejauhan ada beberapa kerbau yang sudah bergeletakan, sementara penularan sudah terjadi pada kerbau lain yang memang hidup berkelompok.
“Oleh karenanya Vaksinasi rutin merupakan cara pencegahan paling efektif bagi peternakan kerbau dengan metode semi liar untuk saat ini, dan saya ingatkan jangan beli kerbau dari wilayah terjangkit PMK atau tanpa ada Surat Keterangan Kondisi Hewan (SKKH), “Kata Lili.
Diketahui pada kegiatan vaksinasi massal ini, Pemerintah Provinsi Lampung menyumbang sedikitnya obat cacing, vitamin dan vaksin PMK dengan dosis untuk 500 ekor kerbau milik warga Desa Penawar Baru Kecamatan Gedung Aji, Tulang Bawang.
Jaga Populasi Kerbau Tulang Bawang
Sementara itu, Qudratul Ikhwan Bupati Tulang Bawang, dalam sambutan kegiatan pengobatan massal gratis ini, mengatakan bahwa Kerbau merupakan salah satu produk andalan Kabupaten Tulang Bawang.
Menurut Qudratul Ikhwan Kerbau merupakan simbol bagi warga Lampung yang memang menjadi hewan identik bagi gelaran adat Lampung.
Selain itu, Qudratul Ikhwan menambahkan, Kerbau yang ada di Tulang Bawang yang diternak menggunakan metode semi liar hidup bebas, membutuhkan lahan luas untuk padang penggembalaan.
“Kawasan penggembalaan kerbau yang ada di kecamatan Gedung Aji ini harus dipertahankan, jangan sampai dijadikan program cetak sawah, kebutuhan sawah Kabupaten ini hanya sekitar 5000 hektar, sementara sekarang sudah hampir lebih dari 50 ribu hektar sawah.” Kata Qudratul.
Qudratul menegaskan, harus ada area atau ruang yang dipertahankan untuk habitat keberlanjutan keberadaan hewan Kerbau.
“Oleh karenanya nanti akan kita susun Perda atau bahkan Perbup untuk menjaga keberlangsungan habitat kerbau di Padang Gembala Kerbau Mende ini.” Ujar Qudratul.
Populasi Kerbau Terbanyak Di Lampung
Keberadaan hewan ternak Kerbau milik masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang merupakan penyumbang produksi terbanyak di Provinsi Lampung.
Dari data rekapitulasi Populasi Disnakkeswan Lampung, tercatat di tahun 2026 ini jumlah hewan Kerbau di Kabupaten Tulang Bawang mencapai 6.483 ekor.
Jumlah tersebut menyentuh angka lebih dari 43% dari total populasi Kerbau se provinsi lampung yang saat ini berjumlah 14.911 ekor. (Red)