
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Pengerjaan proyek normalisasi Saluran Way Siring senilai Rp247 juta, di Desa Mekarsari, Kecamatan Way Sulan, sudah sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan.
Humas CV Raden Mas Pratama, Bryan S Riyadi menyebut dugaan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dalam pengerjaan proyek yang dikerjakan CV Raden Mas Pratama, hanya isu belaka dan tidak benar.
Dia menegaskan penggunaan BBM jenis solar non subsidi untuk alat berat pengerjaan normalisasi. “Kami komitmen pengerjaan sesuai dengan aturan dan selalu menggunakan BBM non subsidi,” kata dia, diruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).
Berita Terkait: Selain Diduga Pakai Solar Subsidi, Timbunan Tanggul Saluran Way Siring Bercampur Ranting dan Akar Kayu?
Bryan S Riyadi membantah isu berita mengenai penggunaan BBM Subsidi dalam pengerjaan proyek, karena tidak konfirmasi ke pihak yang kompeten, sehingga timbul dugaan negatif. “Kalau nanya tukang, mereka tidak paham, umumnya membeli BBM menggunakan jeriken, identik dengan solar subsidi, padahal tidak,” ujarnya.
Penggunaan BBM dalam proyek normalisasi hanya puluhan liter perhari, berkisar 20-30 liter, pembeliannya menggunakan jeriken. “Jadi pemikiran yang lihat, karena belinya pake jeriken, dikiranya pake BBM subsidi,” katanya.
Sedangkan untuk persoalan penggunaan material dan pohon dan ranting kayu ikut tertimbun, disebabkan kondisi lapangan dan cuaca sangat mempengaruhi. “Kondisi alam sangat mempengaruhi tapi bukan berarti pengerjaan asal jadi,” ujar dia.
Isu yang beredar mengenai pengerjaan proyek normalisasi, kata dia, tergantung sudut pandang jurnalis yang membuat berita, sehingga terkadang kurang berimbang yang membuat asumsi publik jadi negatif. “Tergantung sudut pandang saja, kalau mau ditulis negatif, ya jadinya berita negatif,” katanya.
Pria yang sudah belasan tahun menduda itu apresiasi kritikan melalui berita, karena sesuai tugas pokoknya yakni sosial kontrol, asalkan pemberitaan yang berimbang. “Memang sudah menjadi tugasnya, sosial kontrol, yang penting berimbang dan sesuai fakta,” kata dia. (Red/Yo)