
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Viva Yoga Mauladi mendorong kawasan transmigrasi tidak lagi dipandang sebatas tempat perpindahan penduduk. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Viva Yoga saat menghadiri Dialog dan Ramah Tamah bersama pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) se-Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Jumat (12/9/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh transmigrasi, akademisi dan jajaran Kementerian Transmigrasi itu, Viva Yoga menjelaskan bahwa paradigma pembangunan transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan.
Transmigrasi tidak lagi hanya berorientasi pada pemindahan penduduk, tetapi diarahkan untuk membangun kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
“Kawasan transmigrasi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.
Menurut Viva Yoga, pembangunan kawasan transmigrasi juga harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan daerah.
Jika sebelumnya pembangunan cenderung dilakukan secara sentralistik dan top-down, kini pemerintah mendorong pola yang lebih partisipatif, desentralistik dan berbasis kebutuhan daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Transmigrasi terus memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar, akses pendidikan, listrik desa hingga pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Lampung sendiri memiliki sejarah panjang dalam program transmigrasi nasional. Tokoh transmigrasi nasional Prof. Dr. Muhajir Utomo menyebut Lampung sebagai daerah kolonisasi pertama di Indonesia sejak 1905 yang kemudian menjadi salah satu model pengembangan transmigrasi nasional.
Program tersebut dinilai telah mendorong perkembangan kawasan pertanian, memperkuat kehidupan sosial masyarakat dan melahirkan banyak tokoh dari keluarga transmigran.
Ketua DPD PATRI Provinsi Lampung Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag. mengatakan keberadaan transmigrasi telah memberikan dampak bagi perkembangan masyarakat Lampung.
Menurutnya, transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan, membangun kehidupan yang harmonis dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, Prof. Andi Warisno, M.M.Pd. menyoroti masih adanya persoalan yang perlu diselesaikan di kawasan transmigrasi, terutama terkait legalitas lahan dan status kawasan.
Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian sehingga masyarakat di kawasan transmigrasi memperoleh kepastian hukum.
Mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, Slamet Riyadi menyampaikan bahwa sejumlah kawasan transmigrasi di Lampung kini telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah.
Perkembangan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kerja keras masyarakat transmigran serta dukungan nilai kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, PATRI dan Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kawasan transmigrasi.
Lampung diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah transmigrasi nasional, tetapi juga terus berperan dalam pengembangan kawasan transmigrasi yang mampu menciptakan lapangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat persatuan bangsa. (Rls)