
Pesawaran,Sinarlampung.co – Peran kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam dan tingkat kepercayaan dalam mendorong kinerja lembaga keuangan mikro syariah menjadi perhatian dalam Sidang Tesis Terbuka Program Magister Ekonomi (ME) Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Lampung.
Sidang tersebut digelar pada Jumat, 24 Juli 2026, di Ruang Sidang Lantai 2 STEBI Lampung, Jalan Ahmad Yani No. 67, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Dalam kesempatan itu, mahasiswa Program Magister Ekonomi STEBI Lampung, Riki Renaldo, mempresentasikan sekaligus mempertahankan tesis berjudul “Analisis Kepemimpinan Islami dan Tingkat Kepercayaan terhadap Kinerja pada Baitul Maal wa Tamwil Tanggamus.”
Sidang terbuka dipimpin Ketua Penguji Pratiwi Utami, M.E., Ph.D., dengan anggota tim penguji Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A. dan Prof. Dr. Reza Ronaldo. Kegiatan turut dihadiri sivitas akademika STEBI Lampung dan berlangsung dalam suasana akademik yang dinamis melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, serta pembahasan kritis terhadap hasil penelitian.
Dalam pemaparannya, Riki menjelaskan bahwa Baitul Maal wa Tamwil (BMT) memiliki posisi strategis sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi juga membawa dimensi sosial dan nilai-nilai Islam dalam aktivitas kelembagaannya.
Karakteristik tersebut membuat keberhasilan BMT tidak cukup hanya diukur dari kemampuan mengelola aspek keuangan. Kualitas sumber daya manusia, pola kepemimpinan, tingkat kepercayaan, serta kinerja organisasi juga menjadi bagian penting dalam menentukan keberlangsungan dan perkembangan lembaga.
Menurut Riki, pemimpin memiliki peranan sentral dalam mengarahkan sekaligus membangun budaya kerja organisasi. Pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengkoordinasikan pekerjaan dan mencapai target, tetapi juga harus mampu memberikan motivasi, membangun kepercayaan, serta menjadi teladan bagi para pegawai.
Dalam perspektif kepemimpinan Islam, nilai amanah, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, musyawarah, dan keteladanan menjadi landasan yang penting. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan kondusif, sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan di dalam organisasi.
Riki juga mengaitkan pentingnya kepemimpinan dengan pandangan Abeng yang menekankan tiga aspek kepribadian pemimpin, yaitu visi, nilai moral, dan keberanian. Sementara itu, penelitian Podsakoff yang menjadi salah satu pijakan teoritis menunjukkan bahwa kualitas kepemimpinan dapat memperkuat kepercayaan pengikut melalui kemampuan pemimpin dalam mengartikulasikan misi, memberikan keteladanan, serta mendorong kerja sama dalam organisasi.
Sesi pengujian berlangsung cukup intensif. Para penguji mengajukan sejumlah pertanyaan kritis yang tidak hanya menyentuh aspek metodologi penelitian, tetapi juga relevansi hasil penelitian dengan praktik industri jasa keuangan syariah.
Pembahasan turut mengarah pada implementasi pembiayaan syariah, karakteristik usaha simpan pinjam, penerapan nilai-nilai dasar Islam dalam pengelolaan organisasi, serta hubungan antara kepemimpinan, kepercayaan, dan kinerja pada BMT.
Pertanyaan dan tanggapan yang muncul dalam sidang memberikan ruang bagi Riki untuk menjelaskan dasar pemilihan objek penelitian, pendekatan yang digunakan, hingga relevansi temuan penelitian bagi pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kajian mengenai kepemimpinan Islami tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi memiliki keterkaitan langsung dengan bagaimana lembaga keuangan syariah membangun organisasi yang profesional, terpercaya, dan berkelanjutan.
Bagi Riki Renaldo, keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister memiliki arti tersendiri. Perjalanan akademiknya tidak berhenti pada jenjang magister. Ia saat ini juga tengah melanjutkan pendidikan pada Program Doktor (S3) Manajemen di salah satu perguruan tinggi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk terus memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Riki mengatakan bahwa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan impian yang telah dibangun sejak menyelesaikan pendidikan sarjana. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat dalam kehidupan dan dunia profesional.
“Berkuliah membuka wawasan, memperluas cara berpikir, sekaligus menghadirkan jaringan pertemanan dan kolaborasi yang sangat berharga dalam kehidupan maupun dunia profesional. Saya percaya bahwa proses belajar tidak pernah mengenal batas usia,” ujar Riki.
Pelaksanaan sidang tesis terbuka tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya STEBI Lampung dalam mengembangkan tradisi akademik yang menghubungkan kajian keilmuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan industri.
Sebagai perguruan tinggi yang fokus pada bidang ekonomi dan bisnis Islam, STEBI Lampung terus mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kemampuan akademik, integritas, serta kesiapan menghadapi dinamika industri berbasis syariah.
Dukungan tenaga pengajar dengan pengalaman akademik dan profesional menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Melalui penelitian mahasiswa, berbagai persoalan aktual dalam ekonomi dan bisnis syariah dapat dikaji secara ilmiah untuk menghasilkan gagasan yang relevan dan aplikatif.
Penelitian Riki Renaldo mengenai kepemimpinan Islami, tingkat kepercayaan, dan kinerja pada Baitul Maal wa Tamwil di Tanggamus diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian akademik, tetapi juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola BMT dan lembaga keuangan syariah dalam memperkuat kualitas kepemimpinan serta membangun kepercayaan di lingkungan organisasi.
Lebih jauh, kajian tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi syariah tidak semata-mata bergantung pada instrumen keuangan, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia dan kepemimpinan yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam praktik organisasi secara nyata.
Dengan demikian, sidang tesis Riki Renaldo menjadi momentum akademik yang mempertemukan teori, hasil penelitian, dan realitas pengelolaan lembaga keuangan mikro syariah. Dari ruang sidang, gagasan tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. (Wisnu)