
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co – Kalau bicara soal ketahanan pangan, yang terbayang biasanya sawah, pupuk, atau harga beras. Padahal, kesehatan hewan juga punya peran penting karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan asal hewan yang aman bagi masyarakat.
Di titik inilah tenaga paramedik veteriner dibutuhkan. Mereka berada di lapangan untuk membantu mencegah dan mengendalikan penyakit hewan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan hewan berjalan dengan baik.
Hal itu menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PARAVETINDO Provinsi Lampung di Hotel Andalas, Bandar Lampung, Senin (24/8/2026).
Pemkab Tubaba dalam kegiatan tersebut diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang juga Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tubaba, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H.
Menurut Eri, tenaga paramedik veteriner memiliki posisi strategis dalam menjaga kesehatan hewan, terutama melalui pencegahan dan pengendalian penyakit serta peningkatan pelayanan kesehatan hewan di lapangan.
“Sinergi antara pemerintah, tenaga paramedik veteriner, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, upaya meningkatkan kesehatan hewan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Lampung, khususnya di Kabupaten Tubaba, dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia mengatakan, kesehatan hewan tidak bisa dipisahkan dari produktivitas peternakan. Ketika kesehatan hewan terjaga, ketersediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi masyarakat juga lebih mudah dijamin.
Karena itu, Eri berharap Muskerwil DPW PARAVETINDO Lampung tidak berhenti pada agenda organisasi. Forum tersebut diharapkan menghasilkan program kerja yang mampu memperkuat kapasitas dan profesionalisme tenaga paramedik veteriner dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Pemkab Tubaba, lanjut Eri, berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan peternakan yang berkelanjutan, meningkatkan kesehatan hewan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan begitu, peran paramedik veteriner tidak hanya berhenti pada penanganan kesehatan hewan di lapangan, tetapi juga ikut menopang produktivitas peternakan dan kebutuhan pangan masyarakat. (*)