
Tulangbawang Barat, sinarlampung.co – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Tiyuh Makarti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sorotan. Tim Investigasi LSM TRINUSA Tubaba menemukan dugaan ketidaksesuaian pengerjaan proyek dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis di lapangan.
Temuan tersebut diperoleh usai tim investigasi melakukan pemantauan langsung pada lokasi proyek yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) P3A Ngudi Rahayu pada Rabu (19/8/2026).
Temuan Utama Investigasi Lapangan
Ketebalan Dinding Bangunan Minim: Berdasarkan pengukuran awal di lokasi, ketebalan dinding saluran irigasi diperkirakan hanya berkisar antara 7 hingga 8 sentimeter, yang dinilai di bawah standar ketebalan konstruksi.
Absensi Lapisan Pasir Alas: Bagian lantai dasar bangunan irigasi diduga kuat tidak diberi hamparan pasir alas sesuai ketentuan teknis pengerjaan.
Metode Pengecoran Manual: Proses pencetakan dan pengecoran fisik di lapangan terpantau tidak menggunakan mesin pengaduk semen (concrete mixer/molen), sehingga diragukan kualitas homogenitas materialnya.
Tuntutan dan Respon LSM TRINUSA
Tim Investigasi LSM TRINUSA Tubaba mendesak instansi berwenang dan pihak balai terkait untuk segera melakukan audit fisik serta pemeriksaan menyeluruh ke lokasi pengerjaan.
“Temuan awal ini akan kami dalami. Kami meminta pihak terkait turun langsung menguji volume, ketebalan, serta mutu material agar proyek irigasi ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani penerima program,” tegas perwakilan Tim Investigasi LSM TRINUSA Tubaba.
Hingga berita ini ditayangkan, temuan tersebut masih bersifat indikasi awal. Pihak pengelola Gapoktan P3A Ngudi Rahayu maupun instansi pembina terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan ketidaksesuaian pengerjaan tersebut. (Red)