
Bandarlampung, sinarlampung.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memperketat pemantauan potensi gempa bumi menyusul runtutan rentetan gempa bermagnitudo di atas 5,0 yang mengguncang sejumlah wilayah beberapa hari terakhir. Langkah antisipasi ini difokuskan pada pengawasan pergerakan sesar aktif dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir.
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal, menjelaskan bahwa pemantauan ketat difokuskan pada jalur-jalur sesar aktif yang membentang di wilayah Lampung, yaitu Sesar Semangko, Sesar Panjang, dan Sesar Tarahan.
Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Guna meminimalkan risiko dampak bencana, BPBD Provinsi Lampung menempuh sejumlah langkah strategis:
Pengawasan Jalur Sesar: Mengawasi intensif pergerakan Sesar Semangko, Panjang, dan Tarahan, menyusul aktivitas seismik yang sempat mengguncang wilayah Tanggamus.
Optimalisasi EWS Tsunami: Mengoperasikan Early Warning System (EWS) hasil kolaborasi bersama BNPB di enam desa/kelurahan pesisir Kabupaten Lampung Selatan.
Pengembangan Destana: Memperluas pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Dari target 52 desa, sebanyak 14 Destana saat ini telah aktif beroperasi.
Integrasi Program Daerah: Memadukan program Destana dengan program Pemprov Lampung “Desaku Maju” serta membentuk Karang Taruna Tangguh Bencana.
Edukasi Kebencanaan: Menggencarkan sosialisasi dan simulasi penanganan darurat secara mandiri bagi masyarakat di daerah rawan bencana.
Melalui penguatan teknologi EWS dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa, Pemprov Lampung berkomitmen memastikan kesiapsiagaan infrastruktur serta warga dalam menghadapi potensi ancaman gempa bumi maupun tsunami. (Red)