
Bandarlampung, sinarlampung.co –Warga Jalan Way Seputih, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, digegerkan oleh penemuan jasad bayi perempuan yang baru dilahirkan, Senin pagi (10/8/2026). Jasad bayi malang tersebut ditemukan terbungkus karung beras plastik di samping tempat sampah salah satu rumah warga.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Rudi Susanto (34). Saat hendak mengangkut sampah di depan rumah milik DI (nama disamarkan), Rudi mencurigai sebuah karung plastik. Ketika diperiksa, karung tersebut ternyata berisi bayi perempuan yang sudah meninggal dunia beserta ari-arinya.
Rudi langsung melaporkan temuan itu kepada pemilik rumah dan pengurus lingkungan setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian serta Koramil 410-05/TKP.
Menindaklanjuti laporan warga, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung bersama jajaran Polsek Tanjung Karang Barat (TKB) bergerak cepat memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 08.20 WIB. Proses olah TKP turut disaksikan oleh Camat Enggal, Lurah Pahoman, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta ketua RT setempat.
Tak butuh waktu lama, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan terduga ibu kandung bayi tersebut. Terduga pelaku berinisial V (39), seorang wanita asal Jambi yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di lingkungan sekitar. Sekitar pukul 10.30 WIB, V langsung dibawa ke Mapolsek TKB untuk proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan Babinsa Pahoman, Pelda Hermanto, terduga pelaku belum dapat memberikan keterangan mendalam terkait motif perbuatannya karena dalam kondisi trauma berat.
”Terduga tersangka saat ini sudah dibawa ke Polsek Tanjung Karang Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mengenai motifnya, yang bersangkutan belum bisa banyak memberikan penjelasan karena masih dalam kondisi trauma,” kata Pelda Hermanto.
Saat ini, jasad bayi telah dievakuasi oleh Tim Inafis ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses autopsi. Jajaran kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap fakta serta motif dibalik pembuangan bayi ini. (Red)