
Bandar Lampung, sinarlampung.co – PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran di sepanjang Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli lapangan, pemantauan selama 24 jam melalui CCTV, sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan, hingga koordinasi dengan berbagai stakeholder.
Patroli dilakukan secara berkala oleh petugas operasional dengan menyisir area ruang milik jalan (Rumija), median jalan, serta lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran akibat kondisi cuaca maupun aktivitas masyarakat di sekitar jalan tol.
Selain patroli lapangan, PT BTB mengoptimalkan peran Tim Sentra Komunikasi (Senkom) yang melakukan pemantauan kondisi ruas tol selama 24 jam melalui CCTV. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari sistem deteksi dini untuk mengidentifikasi berbagai potensi gangguan, termasuk indikasi kebakaran lahan di sekitar ruas tol.
Dengan dukungan pemantauan CCTV dan patroli lapangan, setiap indikasi gangguan yang ditemukan dapat segera diteruskan kepada petugas terkait untuk dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan. Koordinasi antara Tim Senkom dan petugas operasional juga terus dilakukan untuk memastikan respons dapat diberikan secara cepat dan tepat.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi, petugas PT BTB juga melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat di sekitar ruas tol agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan api. Sosialisasi ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan api dari lahan di sekitar jalan tol menyebar hingga ke Rumija dan berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Selain menyasar masyarakat sekitar, PT BTB juga memberikan imbauan melalui pengeras suara di setiap gerbang tol dan rest area dan juga layar Variable Message Sign (VMS) di sepanjang ruas jalan Tol. Pengguna jalan diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok maupun sumber api lainnya secara sembarangan selama melakukan perjalanan di Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
Direktur PT BTB, Charles Giroth, mengatakan bahwa langkah pencegahan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
“Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Karena itu, mitigasi kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan melalui CCTV selama 24 jam, patroli lapangan, hingga sosialisasi kepada masyarakat di sekitar jalan tol. Kami juga terus mengingatkan pengguna jalan melalui pengeras suara di setiap gerbang tol dan rest area dan juga layar VMS di sepanjang ruas jalan Tol agar tidak membuang puntung rokok maupun sumber api lainnya sembarangan,” ujar Charles.
Charles menambahkan, pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Untuk itu, PT BTB terus memperkuat koordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk kepolisian, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta instansi terkait lainnya, dalam menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat di sekitar ruas tol.
“Pencegahan membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pengguna jalan untuk turut menjaga lingkungan di sekitar ruas tol. Jika menemukan indikasi kebakaran atau potensi gangguan lainnya, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin,” tambah Charles.
PT BTB juga memastikan kesiapsiagaan personel operasional serta peralatan pendukung penanganan keadaan darurat dalam kondisi siap digunakan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan di lapangan.
Melalui penguatan patroli, pemantauan CCTV selama 24 jam, sosialisasi kepada masyarakat, serta edukasi kepada pengguna jalan, PT BTB terus meningkatkan upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran di sepanjang Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar. (*)