
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co – Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Nadirsyah, secara resmi melepas enam siswa asal Kabupaten Tubaba yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi Lampung. Pelepasan berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati, Jumat (31/7/2026).
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan formal gratis berbasis asrama yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan serta memberikan akses belajar setara SD, SMP, hingga SMA. Untuk Provinsi Lampung, Sekolah Rakyat berlokasi di Kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Nadirsyah berpesan agar para siswa senantiasa memegang teguh nilai-nilai karakter yang menjadi jati diri masyarakat Tubaba.
“Pegang prinsip bahwa anak-anak Tubaba adalah anak-anak yang Nenemo: Nemen (bersungguh-sungguh), Nedes (bekerja keras), dan Nerimo (ikhlas),” ujarnya.
Ia juga mendorong para siswa untuk menjadi teladan selama menjalani pendidikan di asrama dengan mengamalkan nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan sejak dini.
“Adik-adik semua bisa menjadi pelopor di asramanya, menunjukkan bahwa siswa-siswa dari Tubaba telah menerapkan lima prinsip karakter pendidikannya dan menjadi contoh bagi kawan-kawan yang lain,” katanya.
Nadirsyah berharap seluruh siswa mampu mengikuti proses pendidikan dengan baik, beradaptasi di lingkungan baru, serta membawa nama baik daerah.
“Mudah-mudahan adik-adik semua bisa menjalani pendidikannya, diberikan kekuatan dan ketabahan, dapat beradaptasi, serta membuat bangga orang tua dan membawa ilmu serta wawasan yang luas yang bermanfaat bagi masyarakat dan masa depan kalian,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tubaba, H. Purwanto, menyampaikan bahwa keenam siswa tersebut akan memperoleh beasiswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, beasiswa tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tubaba.
“Putra-putri ini akan mendapatkan beasiswa selama berada di sekolah. Dananya bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai negeri di Tubaba, termasuk Bapak Wakil Bupati dan para ASN yang setiap bulan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS,” jelasnya.
Purwanto menambahkan, program beasiswa BAZNAS diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
“Insyaallah BAZNAS akan memberikan beasiswa selama tiga tahun, baik untuk jenjang SMP maupun SMA. Nantinya akan dibuatkan rekening atas nama masing-masing siswa, kemudian rekening tersebut diserahkan kepada BAZNAS untuk penyaluran beasiswa yang akan ditransfer setiap tahun,” ungkapnya.
Selain komitmen pemberian beasiswa, pada kesempatan tersebut BAZNAS Kabupaten Tubaba juga menyerahkan bantuan pendidikan sebesar Rp500.000 kepada masing-masing dari enam siswa sebagai bentuk dukungan awal sebelum mereka memulai pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi Lampung.
Pelepasan enam siswa ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tubaba bersama BAZNAS dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Diharapkan para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, mengembangkan potensi diri, serta kelak kembali membawa manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Tubaba. (*)