
Lampungselatan, sinarlampung.co – Kerusakan pada sistem penyaring udara (filter) cerobong PT Agro Utama Indonesia (AUI) di Desa Taman Sari, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, memicu polusi debu yang mengganggu kesehatan warga sekitar. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gatal-gatal pada kulit hingga indikasi gangguan pernapasan.
Kondisi tersebut memantik respons tegas dari pemerintah kecamatan setempat dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pemukiman warga terdampak.
Camat Ketapang, Sri Mahendra Kusuma Dewi, membenarkan adanya gangguan fungsi pada saluran pipa pembuangan udara perusahaan pengering jagung tersebut. “Saat ini perbaikan masih berlangsung. Tinggal menunggu alat yang kurang, mungkin sekitar tiga hari lagi selesai,” ujar Sri Mahendra saat dikonfirmasi, Kamis 30 Juli 2026.
Pihak kecamatan menegaskan akan kembali melakukan pengawasan ketat di lapangan guna memastikan kebocoran tidak berulang. “Kalau terjadi lagi, kami akan turun untuk memastikan kapan selesai diperbaiki. Kami kasihan dengan warga yang tinggal di sekitar PT AUI,” tegasnya.
Klarifikasi Perusahaan
Menanggapi keluhan publik, Human Resource Development (HRD) PT Agro Utama Indonesia, Hendy, membenarkan bahwa pihak manajemen tengah berupaya membenahi sistem penyaring udara perusahaan.
“Sudah dilakukan perbaikan, saat ini kami berupaya memperbaiki semuanya. Namun perbaikan belum maksimal karena peralatannya masih menunggu kedatangan impor,” kata Hendy.
Kendati demikian, Hendy membantah tuduhan bahwa kerusakan mesin telah berlangsung lama hingga memicu gangguan paru-paru pada warga. Ia mengklaim fasilitas pembuangan udara hanya membutuhkan perawatan rutin (maintenance).
“Sebenarnya tidak ada mesin rusak, hanya perlu sedikit perawatan. Harapannya ke depan tidak ada debu lagi. Perusahaan juga telah menyalurkan bantuan tali asih berupa uang tunai kepada warga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran DPRD Lampung Selatan bersama dinas terkait masih melakukan pendalaman terkait dampak lingkungan dan kepatuhan amdal PT Agro Utama Indonesia. (Red)