
Pandeglang, sinarlampung.co – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menjadi sorotan. Jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 20 kilometer di Desa Mangku Alam, Kecamatan Cimanggu, dilaporkan tidak pernah tersentuh pengaspalan maupun pengecoran oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.
Pembangunan jalan tersebut justru kini direalisasikan oleh jajaran TNI menggunakan anggaran Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI).
Hasil pantauan lapangan oleh tim awak media menemukan pengerjaan proyek berupa jalan beton. Namun, pengerjaan tersebut tercatat tidak dilengkapi Papan Informasi Publik (PIP) di sepanjang jalur pengerjaan. Selain itu, pengerjaan fisik diduga tidak menggunakan kelengkapan konstruksi seperti besi dowel, tie bar, maupun wiremesh.
Salah seorang warga setempat berinisial AS (24/7/2026) mengungkapkan rasa kecewa sekaligus syukurnya atas dimulainya pengerjaan jalan tersebut setelah menanti puluhan tahun.
“Jika itu jalan kabupaten, kenapa sejak saya dewasa belum pernah ada pembangunan apalagi pengecoran? Jalan di daerah kami tadinya berbatu besar dan licin, sulit untuk beraktivitas. Kami merasa terasingkan,” ujar AS.
Menurut AS, pengerjaan jalan yang berjalan dalam tiga bulan terakhir ini sepenuhnya dikerjakan oleh prajurit TNI. Pihaknya mengaku telah puluhan kali mengajukan aspirasi perbaikan jalan ke pemerintah daerah, namun tidak kunjung diakomodasi dengan alasan ketiadaan anggaran.
“Sudah dibangun seperti ini saja kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI. Sejak saya lahir, baru kali ini jalan di wilayah kami dibangun,” tambahnya.
Danramil 0601-15/Cimanggu Kapten Subrata membenarkan bahwa pengerjaan jalan di Desa Mangku Alam didanai melalui anggaran Kemenhan RI. Mengenai keberadaan papan informasi proyek, ia menyebutkan keberadaannya sempat terpasang di lokasi pada awal pelaksanaan.
“Alhamdulillah. Mengenai anggaran, itu berasal dari Kemenhan RI. Papan informasi sempat ada di awal pekerjaan. Tugas kami di lapangan adalah mengontrol agar pengerjaan berjalan kondusif dan masyarakat tetap dapat beraktivitas,” terang Kapten Subrata.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi masih berupaya menghubungi pihak Pemkab Pandeglang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang untuk memperoleh konfirmasi resmi serta hak jawab terkait status dan alokasi anggaran jalan kabupaten tersebut. (Red)