
Waykanan, sinarlampung.co – Aksi kejahatan jalanan kembali marak di Kabupaten Way Kanan. Seorang siswi SMP berinisial YO menjadi korban pembegalan saat melintas di jalan perkebunan karet, Dusun Gunung Sari, Kampung Gistang, Kecamatan Umpu Semenguk, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban yang saat itu dalam perjalanan pulang dari sekolah kehilangan sepeda motor Honda Beat Street miliknya usai dihadang dua pria bermasker yang mengendarai sepeda motor.
Kepala Dusun VII Kampung Gistang, Juniwan, menjelaskan bahwa para pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam. “Pelaku mengancam akan membunuh jika korban melawan. Karena takut, korban tidak bisa berbuat apa-apa saat sepeda motornya dibawa lari,” ujar Juniwan, Senin (20/7/2026).
Juniwan berharap Satreskrim Polres Way Kanan bergerak cepat mengusut kasus ini agar para pelajar dan masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas.
Warga Soroti Maraknya Begal
Maraknya aksi kejahatan jalanan dalam beberapa waktu terakhir memicu keprihatinan warga setempat. Tokoh masyarakat Kampung Gistang, Yusuf, menilai wilayah Way Kanan yang sebelumnya relatif aman kini mulai rawan, terutama di jalur-jalur sepi.
Yusuf turut menyinggung instruksi tegas Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, yang memerintahkan jajaran untuk menindak keras para pelaku kejahatan jalanan sesuai hukum yang berlaku.
“Kami berharap Polres Way Kanan meningkatkan patroli di titik rawan, memperkuat upaya pencegahan, dan membongkar jaringan pelaku begal di wilayah ini,” tegas Yusuf.
Kasus yang menimpa YO menambah panjang daftar aksi pembegalan di Kabupaten Way Kanan sepanjang bulan Juli 2026.
Sebelumnya, seorang guru sekolah dasar menjadi korban pembegalan di kawasan Jembatan Kiliran, Kecamatan Gedong Batin, Kamis (16/7/2026). Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di area Jembatan Sungai Way Krupuk pada awal Juli.
Tak hanya itu, kasus tragis juga menimpa seorang warga lanjut usia di Kampung Sukabumi, Kecamatan Buay Bahuga, pada Senin (13/7/2026). Korban mengalami luka tembak di paha kanan setelah dirompuk oleh kawanan begal.
Rentetan peristiwa ini mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah konkret guna mengembalikan kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Way Kanan.