
Bandarlampung, sinarlampung.co – Dinamika kontestasi perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung periode 2026–2031 berakhir antiklimaks dengan penuh kedamaian.
Petahana, Ary Meizary Alfian, kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-8 Apindo Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Senin (22/6/2026). Kemenangan mutlak ini dipastikan setelah tiga rival kuatnya memilih mundur berurutan dan mengalihkan dukungan penuh kepadanya.
Persaingan sebenarnya sudah terasa sengit sejak proses penjaringan. Hingga batas akhir pendaftaran pada Sabtu (20/6/2026), panitia mencatat ada empat figur kuat dari berbagai latar belakang industri yang resmi mengambil berkas pencalonan.
Pada masa pendaftaran, Ary Meizary Alfian mengutus tim Liaison Officer (LO) yang dipimpin oleh Lukman untuk mengambil berkas di Sekretariat Apindo Lampung karena dirinya sedang berada di luar kota. Kedatangan tim petahana saat itu disambut langsung oleh Ketua Pendaftaran dan Penjaringan, Mico, bersama Ketua Pelaksana Musprov.
“Setelah seluruh berkas diterima, tim pendaftaran melakukan verifikasi keabsahan data. Pengumuman nama-nama yang lolos secara administratif disampaikan secara terbuka,” ujar Mico mengenai tahapan verifikasi.
Sementara itu, Lukman memastikan komitmen sang petahana untuk mengikuti seluruh proses secara prosedural. “Pak Ary Meizary hadir dan menyerahkan langsung berkas pencalonan kepada panitia setelah seluruh dokumen selesai dilengkapi,” kata Lukman saat itu.
Peta persaingan yang semula diprediksi ketat akhirnya tersaji di forum Musprov. Empat kandidat dinyatakan lolos administrasi dan bersiap memaparkan visi-misi di hadapan sidang yang dipimpin oleh jajaran pimpinan sidang.
Keempat kandidat tersebut adalah: Tatang Rohadi (Pengusaha di bidang kepelabuhanan), Bernard H. Simanjuntak (Assistant Vice President Head of Human Resources Nestlé Indonesia), Junaedi (Pengusaha kuliner pemilik Minang Indah Group), dan Ary Meizary Alfian (Petahana/Pengusaha)
Namun, suasana sidang pemilihan berubah dramatis tepat saat sesi pemaparan visi dan misi dimulai. Tatang Rohadi yang mendapat giliran pertama justru langsung menyatakan mundur dari kontestasi.
“Dengan mempertimbangkan secara matang dan melihat dinamika Apindo Lampung selama ini di bawah kepemimpinan Ketua Ary yang luar biasa, saya percaya organisasi ini akan semakin maju jika kembali dipimpin oleh beliau,” ujar Tatang disambut tepuk tangan riuh peserta sidang.
Langkah mengejutkan Tatang segera diikuti oleh Bernard H. Simanjuntak. “Saya dengan penuh kesadaran dan keyakinan menilai Apindo Lampung akan lebih maju jika kembali dipimpin oleh Ketua Ary Meizary. Karena itu, saya mundur dan memberikan dukungan penuh,” ungkap Bernard.
Tak lama berselang, Junaedi mengunci kemenangan petahana dengan mengambil keputusan serupa demi menjaga soliditas organisasi. “Dua kandidat sudah mengundurkan diri. Saya juga menyatakan mundur dan mendukung penuh pencalonan Ketua Ary Meizary Alfian,” tegas pemilik Minang Indah Group tersebut.
Junaedi menambahkan, rapor impresif Ary Meizary selama lima tahun terakhir dalam menjaga iklim dunia usaha di Bumi Ruwa Jurai menjadi alasan utama para penantang sepakat memberikan estafet kepemimpinan kembali kepadanya.
Setelah seluruh kandidat penantang menyatakan mundur dan meleburkan dukungan, pimpinan sidang melemparkan keputusan akhir kepada forum.
Dengan suara bulat, seluruh peserta Musprov-8 menyetujui penetapan kembali Ary Meizary Alfian sebagai Ketua DPP Apindo Lampung masa bakti 2026–2031 secara aklamasi.
Hasil ini mencerminkan solidnya dukungan para pengusaha di Lampung dalam memperkuat iklim investasi dan membawa kemajuan signifikan bagi organisasi ke depan. (red/*)