
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi mengambil alih penanganan seluruh siswa SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 Bandar Lampung. Langkah ekstrem ini diambil setelah pihak yayasan dinyatakan angkat tangan dan tidak mampu memenuhi syarat operasional sekolah.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan bahwa proses pemindahan ratusan siswa tersebut kini hampir rampung 100 persen untuk disebar ke sekolah baru.
Sebelumnya, Disdikbud telah menginstruksikan manajemen SMA Siger 1 dan 2 untuk menghentikan penerimaan siswa baru dan mencarikan sekolah pindahan sejak 13 Mei 2026. Namun, instruksi tersebut diabaikan.
“Kami sudah meminta pihak sekolah melakukan pemindahan dan melarang menerima siswa baru. Tapi sampai batas waktu yang ditentukan, hal itu tidak dilaksanakan,” kata Thomas, Kamis 4 Juni 2026.
Thomas menambahkan, Yayasan Siger belum mampu melengkapi berbagai persyaratan operasional mendasar, mulai dari kejelasan aset hingga pemenuhan standar jam belajar. “Karena syaratnya belum terpenuhi, izin operasionalnya tidak kami terbitkan,” ujarnya tegas.
Targetkan Penyelamatan Siswa
Disdikbud sempat memanggil pihak yayasan dan menyodorkan sejumlah opsi solusi. Sayangnya, tidak ada satu pun opsi yang sanggup dipenuhi oleh pihak pengelola sekolah.
Hingga akhirnya pada 28 Mei 2026, Yayasan Siger resmi menyerahkan nasib pendidikan anak didik mereka kepada Pemerintah Provinsi Lampung. “Secara resmi mereka menyerahkan penanganan siswa SMA Siger kepada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Ini langkah darurat demi menyelamatkan masa depan siswa-siswa yang ada,” jelas Thomas.
Ditampung di Enam Sekolah Swasta Berdasarkan Domisili
Guna mempermudah akses belajar, Disdikbud Lampung telah menyiapkan enam sekolah swasta alternatif sebagai lokasi penampungan baru. Proses pemetaan disesuaikan dengan domisili atau tempat tinggal masing-masing siswa, yaitu:
SMA Arjuna
SMA Bina Mulya
SMA Asafina
SMA Islamiyah
SMA Pangudi Luhur
SMA Budaya
Thomas memastikan proses mutasi massal ini bertumpu pada kesepakatan bersama orang tua murid yang sebelumnya telah diundang secara khusus oleh dinas.
“Alhamdulillah, para orang tua bisa menerima dan justru senang anak-anaknya dipindahkan. Mulai Jumat (5/6/2026), proses pemindahan resmi berjalan dan mereka bisa langsung belajar di sekolah tujuan,” imbuhnya.
Dari total 102 siswa yang terdaftar di SMA Siger 1 dan 2, sebanyak 73 siswa tercatat sudah merampungkan proses perpindahan. Sementara sisanya, sebanyak 29 siswa, masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan ditargetkan beres dalam waktu dekat.
Thomas menegaskan, mulai saat ini SMA Siger dibekukan dan dilarang keras beroperasi ataupun menerima siswa baru dalam bentuk apa pun sampai seluruh legalitas dipenuhi.
“Yang paling utama adalah anak-anak ini tidak boleh putus sekolah, mereka harus tetap belajar dulu. Mudah-mudahan sisa administrasi ini segera selesai tanpa hambatan,” ujarnya. (Red)