
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Kualitas pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung kembali menuai kritik tajam. Kali ini, warga Jalan Nusa Indah 5, Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, melayangkan kekecewaan berat atas hasil proyek pengaspalan jalan di wilayah mereka.
Pasalnya, proyek yang baru rampung dikerjakan pada Januari 2026 lalu itu kini kondisinya sudah rusak parah, hancur, dan dipenuhi lubang di sepanjang badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi aspal di lokasi tersebut tampak memprihatinkan. Banyak titik aspal yang mengelupas, amblas, hingga membentuk lubang-lubang yang cukup dalam. Saat turun hujan, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan air yang membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor.
Masyarakat setempat menilai pengerjaan proyek ini dilakukan secara asal-asalan demi mengejar target selesai semata. Mengingat usia konstruksi yang baru berjalan sekitar empat bulan, kerusakan yang terjadi dianggap sangat tidak wajar. Muncul dugaan kuat bahwa material yang digunakan tidak memenuhi standar teknis yang berlaku.
“Baru Januari lalu diaspal, sekarang belum sampai pertengahan tahun sudah rusak parah. Banyak lubang, kalau hujan jadi kubangan air, bahaya buat motor. Terkesan dikerjakan asal jadi saja, bahannya pun sepertinya kualitas rendah,” ungkap salah seorang warga setempat, Rabu (20/5/2026).
Warga menyayangkan pembangunan ini karena dinilai menghamburkan uang rakyat yang bersumber dari pajak. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk fasilitas publik yang tahan lama, justru menghasilkan infrastruktur yang cepat rusak.
“Ini kan uang pajak kita semua. Kalau hasilnya begini, rasanya sangat mubazir. Kenapa pengawasan dan mutu bahannya bisa seburuk ini? Kami minta pihak terkait bertanggung jawab dan mengevaluasi kinerja kontraktor maupun pengawas proyek ini,” tegas warga lainnya.
Atas kondisi ini, masyarakat mendesak adanya audit kualitas yang ketat serta sanksi tegas bagi rekanan atau pihak-pihak yang terbukti lalai dalam pelaksanaan proyek. Langkah ini dinilai penting agar kasus serupa tidak terus berulang dan merugikan keuangan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak Dinas PU Kota Bandar Lampung terkait buruknya kualitas pengaspalan tersebut.
Publik kini menunggu langkah strategis serta pernyataan resmi dari Wali Kota Bandar Lampung untuk menyikapi persoalan infrastruktur yang diduga dikerjakan asal jadi ini.