
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Aksi tawuran antar-kelompok pemuda kembali pecah dan meresahkan warga Kota Bandar Lampung. Kali ini, bentrokan yang diduga melibatkan kelompok anak motor terjadi di depan Kantor Divre IV Tanjungkarang, Jalan Teuku Umar, Pasir Gintung, Bandar Lampung, Sabtu 16 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 01.50 WIB.
Tawuran Maut di Bandar Lampung: Disdikbud Lampung Larang Siswa Pegang Ponsel di Jam Sekolah
Dalam insiden tersebut, kedua kelompok massa terlibat aksi saling lempar bom molotov hingga membawa senjata tajam (sajam). Warga sekitar melaporkan adanya kobaran api di lokasi tawuran yang berasal dari lemparan benda menyerupai botol berisi bahan bakar ke arah lawan. Insiden ini sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga yang melintas maupun yang tinggal di sekitar lokasi.
Salah seorang warga sekitar, Poso, mengungkapkan bahwa wilayah di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) hingga depan Kantor PT KAI memang rawan menjadi titik bentrokan. Saat kejadian, ia melihat ada puluhan pemuda yang mempersenjatai diri.
“Kalau bentrokan atau tawuran itu sering terjadi di sini. Pas malam dini hari itu, ada sekitar 40-an orang di depan kantor KAI. Warga sangat takut karena mereka terlihat membawa senjata tajam hingga bom molotov, karena sempat terlihat ada benda yang terbakar,” ujar Poso.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban luka maupun korban jiwa akibat bentrokan tersebut.
Polisi Selidiki Motif Berita Viral
Merespons video peristiwa yang viral di media sosial tersebut, aparat kepolisian langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Polisi tengah mendalami apakah bentrokan tersebut murni tawuran nyata atau sekadar demi kebutuhan konten media sosial.
Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP Ono Karyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan pengecekan awal, keributan tersebut diduga kuat melibatkan kelompok anak motor yang sebelumnya sudah saling tantang di dunia maya.
“Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari di depan PT KAI, dugaan melibatkan anak motor. Berdasarkan pengecekan satpam pukul 01.30 WIB, massa sempat melemparkan sesuatu,” kata AKP Ono Karyono saat dihubungi, Minggu 17 Mei 2026.
Ono juga menyayangkan pihak pengamanan internal PT KAI yang terlambat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib saat bentrokan sedang berlangsung.
“Kami menegur satpam KAI, kenapa tidak langsung menginfokan ke kami (polisi) saat peristiwa terjadi. Pihaknya menduga kedua kelompok tersebut ribut di medsos hingga akhirnya saling tantang,” tambahnya.
Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa seperti insiden tawuran di Kecamatan Bumi Waras sepekan sebelumnya yang menewaskan Fransius Sihombing (21), Kapolsek mengimbau keras kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.
“Kami meminta dengan sangat kepada para orang tua untuk menjaga dan mengontrol anak-anaknya agar tidak terlibat aksi yang merugikan diri sendiri dan orang lain ini,” tegas Ono. (Red)