
Kota Metro, sinarlampung.co – Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Sejahtera (LBH-KIS) Kota Metro memperkuat komitmennya dalam pengawasan layanan kesehatan serta pendampingan hukum bagi masyarakat. Komitmen itu mengemuka dalam agenda ngopi santai jajaran pengurus LBH-KIS bersama Ketua Dewan Penasehat LBH-KIS, Efril Hadi, M.Kes., yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua LBH-KIS Kota Metro, Josep Kurniawan, S.H., beserta jajaran pengurus dan anggota sebagai bagian dari konsolidasi internal organisasi sekaligus memperkuat arah gerak LBH-KIS agar lebih progresif, humanis, dan solutif.
Dalam diskusi itu, berbagai persoalan sosial dan pelayanan kesehatan menjadi fokus pembahasan. Ketua Dewan Penasehat LBH-KIS, Efril Hadi, menekankan pentingnya peran lembaga dalam menjaga objektivitas dan profesionalisme saat mendampingi masyarakat menghadapi persoalan pelayanan publik.
“LBH-KIS diharapkan mampu menjadi sosial kontrol yang objektif, profesional, dan tidak berpihak kepada kepentingan tertentu. Kehadiran LBH harus benar-benar menjadi jembatan solusi antara masyarakat dengan penyelenggara pelayanan kesehatan,” ujar Efril Hadi.
Ia menegaskan, sinergi yang sehat antara LBH-KIS, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pelayanan publik perlu terus dibangun agar penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara humanis, konstruktif, dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua LBH-KIS Kota Metro, Josep Kurniawan, mengatakan pihaknya berkomitmen mengedepankan penyelesaian yang edukatif, bermartabat, dan berorientasi pada solusi tanpa merugikan pihak mana pun.
Menurut Josep, keberadaan LBH-KIS tidak hanya sebagai lembaga bantuan hukum, tetapi juga menjadi wadah pengabdian sosial yang menghadirkan rasa keadilan serta memberikan pendampingan kepada masyarakat secara profesional dan proporsional.
“Ke depan, kami berharap LBH-KIS dapat menjadi stabilizer antara penyelenggara layanan kesehatan dari segala aspek dengan masyarakat yang membutuhkan pendampingan maupun perlindungan hukum. Kami ingin hadir membawa solusi, bukan memperkeruh keadaan,” tegas Josep.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penguatan visi organisasi agar LBH-KIS tidak hanya dikenal sebagai lembaga advokasi hukum, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan pelayanan publik yang adil, transparan, dan berkeadilan sosial.
Dengan penguatan komunikasi dan kebersamaan internal, LBH-KIS Kota Metro optimistis dapat terus berkembang menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat melalui pengawasan sosial, edukasi hukum, dan pendampingan di berbagai sektor pelayanan publik. (*)