
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co – Aksi tawuran antarkelompok pemuda kembali pecah di Kota Bandar Lampung dan menelan korban jiwa. Fransius Sihombing (21), warga Kampung Sawah, Kecamatan Tanjung Karang Timur, dinyatakan tewas usai terlibat bentrokan di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan RS Budi Medika, Minggu 10 Mei 2026 dini hari.
Peristiwa bermula sekitar pukul 02.20 WIB. Korban bersama kelompoknya yang mengendarai sekitar 7 hingga 10 sepeda motor datang dari arah Jalan Malahayati. Di lokasi kejadian, kelompok lawan sudah menunggu dan bentrokan bersenjata tak terhindarkan.
“Mereka bentrok sekitar 5 sampai 10 menit sebelum akhirnya bubar,” ujar Diki, seorang saksi mata yang bekerja di area sekitar lokasi kejadian.
Korban ditemukan terkapar dengan luka bacok serius di bagian kepala. Rekan-rekan korban sempat melarikannya ke RS Graha Husada, namun pihak rumah sakit menyatakan nyawa pemuda tersebut tidak tertolong.
Kapolsek Bumi Waras, AKP M. Hasbi Eko Purnomo, mengonfirmasi bahwa motif di balik aksi maut ini adalah dendam lama yang kembali tersulut melalui perdebatan di media sosial. Kedua kelompok tersebut diketahui sengaja membuat janji temu di lokasi untuk melakukan penyerangan.
“Dari hasil pendalaman, memang sudah ada gesekan dan dendam di antara kedua kelompok pemuda ini. Mereka membuat janji bertemu di lokasi sesuai kesepakatan,” ungkap AKP Hasbi, Minggu siang.
Polsek Bumi Waras telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari rekan-rekan korban untuk mengidentifikasi pelaku pembacokan. Polisi juga memperketat monitoring di media sosial guna meredam potensi aksi balasan dari kelompok korban.
Mengingat lokasi kejadian berada di jalur utama Jalan Yos Sudarso yang merupakan area publik dan dekat dengan fasilitas kesehatan, pihak kepolisian kini berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan setempat untuk mencegah tawuran susulan.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang telah teridentifikasi terlibat dalam penyerangan tersebut. (Red)