
Tulung Agung, sinarlampung.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026). Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK total mengamankan 16 orang, termasuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa kegiatan penyelidikan tertutup ini telah berlangsung sejak Jumat sore. “Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung. Saat ini tim masih di lapangan untuk melakukan pendalaman,” ujar Budi kepada wartawan.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana Mapolres Tulungagung diperketat sejak Jumat malam. Sejumlah pejabat teras Pemkab Tulungagung terpantau mendatangi lokasi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Berikut adalah daftar pejabat yang terpantau hadir:
Gatut Sunu Wibowo (Bupati Tulungagung): Terjaring OTT.
Soeroto (Plt Sekda): Hadir lebih awal di Mapolres.
Agus Prijanto Utomo (Kepala Bakesbangpol).
Yulius Rama Isworo (Kabag Umum): Tiba dengan pengawalan KPK membawa kardus berisi berkas.
Dwi Yoga (Ajudan Bupati): Membawa koper yang diduga berisi dokumen penting.
dr. Zuhrotul Aini (Direktur RSUD dr. Iskak).
Dwi Hari Subagyo (Kepala BPKAD).
Hartono (Kepala Satpol PP).
Makrus Mannan (Kabag Kesra).
Arif Effendi (Kabag Pemerintahan).
Sebelum pemeriksaan di Mapolres, tim KPK dilaporkan mendatangi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam aksi tersebut, personel KPK sempat menyita sementara ponsel milik anggota Satpol PP yang sedang bertugas.
Selain pendapa, penggeledahan juga menyasar area perkantoran Pemkab Tulungagung, termasuk Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti yang dikemas dalam kardus serta koper.
Gatut Sunu Wibowo merupakan sosok yang dikenal sebagai pengusaha toko bangunan sebelum terjun ke dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2019-2023.
Pada Pilkada 2024, ia terpilih menjadi Bupati Tulungagung. Dinamika politiknya sempat menjadi sorotan saat ia memutuskan keluar dari PDI Perjuangan dan bergabung dengan Partai Gerindra sesaat sebelum pemilihan. Penangkapan Gatut menambah daftar panjang kepala daerah di Jawa Timur yang terjerat kasus korupsi pada awal tahun ini.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa operasi ini terkait dengan dugaan tindak pidana pemerasan dan korupsi di lingkungan Pemkab. Namun, KPK belum merinci total nominal uang yang disita sebagai barang bukti.
Lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Rencananya, para tersangka akan segera diboyong ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut. (Red)*