
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co– Stadion Renang Pahoman, yang selama ini menjadi kawah candradimuka bagi atlet-atlet renang berprestasi Lampung, kini dalam kondisi memprihatinkan. Bukannya air jernih yang menyambut para atlet dan warga, melainkan kolam berwarna hijau pekat dan berlumut.
Kondisi ini memicu gelombang protes dari warga hingga orang tua atlet. Padahal, renang merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan Lampung yang konsisten menyumbangkan medali emas di ajang nasional.
Keluhan Pengunjung dan Orang Tua Atlet
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para orang tua atlet yang setiap hari mendampingi anak-anak mereka berlatih. Silvia, salah satu orang tua atlet renang Lampung, menyuarakan kritik pedas terhadap perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
”Tidak perlu muluk-muluk bicara dukungan uang jika ujung-ujungnya hanya pencitraan atau dipotong sana-sini. Cukup berikan fasilitas latihan yang memadai saja,” ujar Silvia dengan nada kecewa.
Ia menyayangkan ketimpangan antara prestasi yang dituntut dari para atlet dengan fasilitas yang disediakan pemerintah. Baginya, kenyamanan dan kebersihan kolam adalah hak dasar bagi atlet yang sedang berjuang membawa nama baik daerah.
Sorotan Wisatawan dan Retribusi yang Dipertanyakan
Kesan buruk juga dirasakan oleh pengunjung umum. Seorang wisatawan asal Jakarta yang berkunjung ke Pahoman menyatakan kekagetannya saat melihat kondisi kolam milik pemerintah tersebut. “Ih, jorok amat kolam renangnya. Padahal ini di bawah naungan Pemprov,” cetusnya.
Warga mempertanyakan efektivitas pengelolaan dana retribusi. Diketahui, setiap warga atau anak yang ingin berenang dikenakan biaya masuk sebesar Rp15.000 per orang. Dengan jumlah pengunjung yang selalu ramai setiap harinya, masyarakat mempertanyakan ke mana aliran dana tersebut dan mengapa perawatan rutin seolah nihil.
Anggaran Dispora Dipertanyakan
Selain dari pendapatan tiket masuk, pengelolaan Kolam Renang Pahoman sejatinya didukung oleh anggaran rutin dari Dispora Pemprov Lampung. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sistem sirkulasi air dan kebersihan kolam tidak berjalan optimal.
Kondisi air yang hijau dan berlumut tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan kulit dan pernapasan para atlet yang menghabiskan waktu berjam-jam di dalam air.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dispora Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab memburuknya kualitas air di Stadion Renang Pahoman serta rencana perbaikan fasilitas kebanggaan warga Bandar Lampung tersebut. (Red)