
LAMPUNG UTARA, sinarlampung.co – PT Bajasa Manunggal Sejati (BMS) mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian perbaikan dan normalisasi pada titik Bangunan Gorong-gorong BBA.4b Saluran Primer Way Bumi Agung, Lampung Utara, telah rampung 100 persen. Penegasan ini sekaligus membantah kabar simpang siur mengenai jebolnya tanggul yang sempat meresahkan warga.
Humas PT BMS, Alafiah, menyatakan bahwa informasi mengenai tanggul yang ambruk adalah kekeliruan atau hoaks. Menurutnya, fenomena yang terjadi sebenarnya adalah penyumbatan gorong-gorong akibat material tanah dan sampah yang terbawa arus saat curah hujan ekstrem.
“Faktanya bukan jebol atau ambruk. Gorong-gorong tertutup tanah dan sampah hingga memicu genangan dan abrasi tanah. Pemberitaan yang beredar terkesan menyeramkan, padahal kondisi lapangan tidak seperti itu,” ujar Alafiah, Selasa 10 Maret 2026.
Manajer Proyek PT BMS, Eko Wijianto, menambahkan bahwa berdasarkan inspeksi bersama tim ahli dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, tidak ditemukan kerusakan struktural pada bangunan utama.
Eko memaparkan empat poin utama hasil penuntasan pekerjaan per 5 Februari 2026 bahwa bangunan gorong-gorong dipastikan tetap kokoh dan aman untuk mendistribusikan air irigasi.
Tim telah memperkuat kaki tanggul yang sempat mengalami gerusan lokal sepanjang 10 meter dengan kedalaman 1-2 meter guna mencegah kerusakan di masa depan. Pembersihan total terhadap lumpur tanah merah dan tumpukan sampah yang menyumbat screen inlet gorong-gorong. Tanggul yang sempat dibongkar sementara untuk akses alat berat kini telah dikembalikan ke kondisi semula.
Laporan teknis mencatat kendala bermula pada 20 Januari 2026, saat pihak GP3A Sri Jaya melaporkan adanya gerusan pada sisi kiri tanggul. Investigasi menunjukkan bahwa luapan air terjadi karena screen inlet tersumbat sampah, sehingga air meluap dan menggerus area luar tanggul.
“Penyebab murni adalah faktor hidrometeorologi dan penyumbatan aliran, bukan kegagalan konstruksi,” tegas Alafiah.
Saat ini, aliran air irigasi telah kembali normal untuk mendukung aktivitas pertanian dan masyarakat di Desa Sri Jaya, Kecamatan Sungkai Jaya. Pihak kontraktor berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan distribusi air tetap lancar di tengah cuaca ekstrem. (Red)