
WAY KANAN, sinarlampung.co-Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Way Kanan pada Minggu 1 Februrai 2026 memicu banjir bandang di sejumlah titik. Luapan sungai akibat hujan deras sejak Sabtu malam mengakibatkan akses transportasi lumpuh total dan pemukiman warga terendam.
Titik terparah dilaporkan berada di jalur yang menghubungkan Kampung Negeri Agung dan Kampung Pulau Batu. Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter membuat akses utama tersebut lumpuh total.
“Jalan benar-benar terputus. Sampai siang ini air masih sangat tinggi, kendaraan tidak ada yang bisa lewat,” ujar Deta, salah seorang warga setempat yang menyaksikan debit air naik sejak pukul 07.00 WIB.
Selain di Negeri Agung, Kepala Pelaksana BPBD Way Kanan, Sufriyanto, mengonfirmasi titik krusial lainnya berada di Simpang Neki, Baradatu. Luapan air di area jembatan sempat memutus arus lalu lintas utama di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Banjit, Sungai Neki yang meluap sempat merendam jalan penghubung Banjit–Baradatu. Kondisi diperparah dengan adanya pohon tumbang yang menutup badan jalan di Dusun 3 Jangu, Kampung Bali Sadhar Utara.
Merespons hal tersebut, Babinsa Koramil 427-05/Banjit, Serda Denara Deli, bersama Bhabinkamtibmas dan warga langsung melakukan aksi gotong royong darurat. Menggunakan peralatan seadanya, tim gabungan menyingkirkan material pohon dan sisa banjir.
“Kehadiran kami adalah wujud komitmen TNI untuk selalu menjadi solusi atas kesulitan masyarakat,” tegas Serda Denara. Berkat kesigapan petugas, jalur Banjit–Baradatu kini dilaporkan sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan.
BPBD Way Kanan memperingatkan masyarakat untuk tetap siaga satu. Selain potensi banjir yang masih tinggi, ancaman angin kencang dan pohon tumbang juga menjadi risiko serius.
“Kami mengimbau warga, terutama yang bermukim di daerah rawan dan bantaran sungai, untuk tetap siaga. Potensi banjir susulan masih sangat tinggi mengingat cuaca yang belum stabil,” pungkas Sufriyanto. (Red)